Jahe Tangani Disfungsi Ereksi?
Makanan sehat yang tergolong dalam rempah-rempah ini sering dikenal dengan rimpang umbi semu tanaman berumpun yang hidup semusim. Konon si pedas ini berasal dari daratan Asia dan ditemukan oleh Marcopolo.
Kita ketahui jahe sebagai bahan pengobatan alami selama berabad-abad. Manfaatnya untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi, dalam penelitiannya, kandungan enzim protease dan lipase yang terkandung dalam jahe berfungsi memecah protein dan lemak yang membantu mencerna dan menyerap makanan sehingga meningkatkan nafsu makan. Selain itu senyawa aseton dan methanol pada jahe juga mempu menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan, melindungi sistem pencernaan dengan menurunkan keasaman lambung dan juga menghambat produksi prostaglandin, hormone dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.
Jika kita rajin mengkonsumsi jahe sesuai dengan takaran kegunaannya, mengutip ahli gizi dan kuliner, Budi Sutomo S.Pd, senyawa cineole dan arginine yang terkandung dalam rimpang jahe mampu mengatasi ejakulasi prematur. Senyawa ini juga merangsang ereksi, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Banyak orang menjulukinya sebagai aphrodisiac food atau makanan pendongkrak gairah seksual.
Suara lelaki cybernews memberikan resep herbal alami jahe untuk pengobatan disfungsi ereksi yang dapat Anda terapkan.
Bahan :
2 buah cabe jawa
5 isi kedawung
1 ruas kencur
2 ruas jahe air hangat
1 sendok madu hitam
3 kuning telur
Cara membuat:
1. Tumbuk 2 buah cabe jawa, 5 isi kedawung, 1 ruas kencur, 2 ruas jahe.
2. Seduh dengan ¼ gelas air hangat, diperas, kemudian disaring.
3. Saat akan diminum tambahkan dengan satu sendok madu hitam dan 3 kuning telur.
4. Lakukan 1 kali sehari.
(/Nv@)
Berisikan artikel seks yang mendidik. Untuk share masalah, ide, teknik, dan sharing bersama. Ini bukan pornografi web tetapi untuk kepentingan bersama bagi yang ingin mendapatkan informasi seputar seks. Jika ingin berbagi silakan bisa menghubungi wudoblejet@YMAIL.com
Showing posts with label Ereksi. Show all posts
Showing posts with label Ereksi. Show all posts
Sunday, January 3, 2010
Thursday, October 2, 2008
Penis Ereksi Keras Saat Kencan
Banyak pria yang telah berpacaran saat umur mereka mencapai 17 atau 18 tahun. Kadang-kadang, pacaran mereka itu disebut kencan atau date, atau sering juga disebut jalan bareng. Jalan bareng artinya tidak ada ikatan yang resmi dalam hubungan. Istilah anak muda adalah Hubungan Tanpa Status.
Biasanya saat kencan atau jalan bareng itu, pria dan wanita saling berpegangan tangan di jalanan atau nonton bareng di bioskop. Biasanya penis pria bereaksi saat tangan mereka saling berpegangan sampai saling meremas. Saat itu, penis akan ereksi keras sampai kaku dan akan bertahan cukup lama. Sesudah beberapa menit, ereksi akan menurun sedikit, tetapi bila perasaan gairah seksual masih tinggi atau saling sentuh masih terjadi, ereksi penis akan keras kembali.
Begitulah yang terjadi berulang-ulang. Selama berkencan yang bisa berlangsung singkat atau lebih lama misalnya 2-3 jam, ereksi penis bisa terus terjadi. Ereksi baru akan turun bila kencan sudah selesai, atau terjadi ejakulasi, atau ada yang mengganggu misalnya tiba-tiba ada orang yang melihat, cahaya menjadi terang atau perasaan tiba-tiba terganggu. Bila kencan dilakukan tertutup lalu ada yang mengetok pintu, ereksi akan langsung turun dan penis menjadi lembek.
Ereksi penis pada saat kencan sangat penting sekali. Pada saat itu. orang akan merasakan gairah sehingga diharapkan penis harus ereksi. Pada jaman sekarang, banyak pasangan muda saat berkencan sudah saling memegang alat kelamin pasangannya. Bila wanita memegang penis laki seharusnya penis akan ereksi keras. Namun, ada juga pria yang merasa takut, gelisah, atau sebenarnya merasa berdosa, sehingga pada saat dipegang pun ereksi yang keras tidak akan terjadi.
Perasaan takut atau berdosa tadi tidak begitu disadari. Yang disadari betul ialah waktu penis dipegang ereksi tidak terjadi. Ini menjadi gangguan yang berat bagi pria. Wanita pun mengharapkan dan mengetahui pada saat berkencan apalagi penis dipegang maka ereksi penis harus keras. Bila hal itu tidak terjadi maka wanita akan merasa kecewa dan pria umumnya akan merasa malu dan takut.
Selanjutnya setiap mau kencan akan timbul rasa takut, "Jangan-jangan penis akan tetap lembek". Setiap rasa takut timbul, maka penis tidak akan mungkin lagi ereksi. Paling tinggi agak membesar sedikit lalu lembek kembali. Ini cukup sering terjadi pada orang-orang yang berpacaran. (NL Tobing)
Biasanya saat kencan atau jalan bareng itu, pria dan wanita saling berpegangan tangan di jalanan atau nonton bareng di bioskop. Biasanya penis pria bereaksi saat tangan mereka saling berpegangan sampai saling meremas. Saat itu, penis akan ereksi keras sampai kaku dan akan bertahan cukup lama. Sesudah beberapa menit, ereksi akan menurun sedikit, tetapi bila perasaan gairah seksual masih tinggi atau saling sentuh masih terjadi, ereksi penis akan keras kembali.
Begitulah yang terjadi berulang-ulang. Selama berkencan yang bisa berlangsung singkat atau lebih lama misalnya 2-3 jam, ereksi penis bisa terus terjadi. Ereksi baru akan turun bila kencan sudah selesai, atau terjadi ejakulasi, atau ada yang mengganggu misalnya tiba-tiba ada orang yang melihat, cahaya menjadi terang atau perasaan tiba-tiba terganggu. Bila kencan dilakukan tertutup lalu ada yang mengetok pintu, ereksi akan langsung turun dan penis menjadi lembek.
Ereksi penis pada saat kencan sangat penting sekali. Pada saat itu. orang akan merasakan gairah sehingga diharapkan penis harus ereksi. Pada jaman sekarang, banyak pasangan muda saat berkencan sudah saling memegang alat kelamin pasangannya. Bila wanita memegang penis laki seharusnya penis akan ereksi keras. Namun, ada juga pria yang merasa takut, gelisah, atau sebenarnya merasa berdosa, sehingga pada saat dipegang pun ereksi yang keras tidak akan terjadi.
Perasaan takut atau berdosa tadi tidak begitu disadari. Yang disadari betul ialah waktu penis dipegang ereksi tidak terjadi. Ini menjadi gangguan yang berat bagi pria. Wanita pun mengharapkan dan mengetahui pada saat berkencan apalagi penis dipegang maka ereksi penis harus keras. Bila hal itu tidak terjadi maka wanita akan merasa kecewa dan pria umumnya akan merasa malu dan takut.
Selanjutnya setiap mau kencan akan timbul rasa takut, "Jangan-jangan penis akan tetap lembek". Setiap rasa takut timbul, maka penis tidak akan mungkin lagi ereksi. Paling tinggi agak membesar sedikit lalu lembek kembali. Ini cukup sering terjadi pada orang-orang yang berpacaran. (NL Tobing)
Ereksi Saat Mimpi Seks (Mimpi Basah)
Hampir semua pria pernah mengalami mimpi seks atau mimpi basah. Dimulai sejak usia 14 atau 15 tahun sampai umur 50 tahun. Pada saat tidur, pria biasanya bermimpi sedang berciuman, berpelukan dan kemudian berusaha melakukan koitus, dan tiba-tiba mencapai puncaknya dan terjadi ejakulasi yang kemudian terbangun dan merasa celananya basah.
Frekuensi mimpi seks (wetdream) tidak sama pada setiap orang dan setiap usia. Ada yang satu kali dalam dua hari atau satu kali dalam tiga hari, umumnya paling sedikit satu kali seminggu.
Pria usia muda sangat sering bermimpi seks. Makin bertambah usia seorang pria makin jarang dia bermimpi seks. Apalagi jika masturbasi cukup sering dilakukan misalnya sekali dalam dua hari, biasanya sehabis melakukan masturbasi malamnya tidak bermimpi seks lagi. Tetapi besoknya kemungkinan besar akan mendapat mimpi seks lagi.
Pada pria yang sudah menikah, mimpi seks bisa terjadi jika dalam 3 hari tidak melakukan hubungan seks. Ada yang mengalami lebih jarang dan ada yang lebih sering. Keadaan itulah tanda yang sehat seksual.
Didalam mimpi, penis dirasakan ereksi, tetapi seberapa kuat ereksi penis saat mimpi sulit diketahui. Waktu mimpi seks sangat singkat antara bercumbu koitus dalam mimpi. Lagi pula pada waktu bermimpi orang sedang tidur, hanya dalam mimpi terasa ereksi lalu koitus dan ejakulasi. Tetapi berapa kuat ereksinya, tidak pernah benar-benar bisa disadari pada waktu itu. semua pria menikmati mimpi seks karena itu sesuatu kenikmatan yang tinggi dan kadang-kadang sesuatu hiburan bila kebetulan tidak mempunyai pasangan. (NL Tobing)
Frekuensi mimpi seks (wetdream) tidak sama pada setiap orang dan setiap usia. Ada yang satu kali dalam dua hari atau satu kali dalam tiga hari, umumnya paling sedikit satu kali seminggu.
Pria usia muda sangat sering bermimpi seks. Makin bertambah usia seorang pria makin jarang dia bermimpi seks. Apalagi jika masturbasi cukup sering dilakukan misalnya sekali dalam dua hari, biasanya sehabis melakukan masturbasi malamnya tidak bermimpi seks lagi. Tetapi besoknya kemungkinan besar akan mendapat mimpi seks lagi.
Pada pria yang sudah menikah, mimpi seks bisa terjadi jika dalam 3 hari tidak melakukan hubungan seks. Ada yang mengalami lebih jarang dan ada yang lebih sering. Keadaan itulah tanda yang sehat seksual.
Didalam mimpi, penis dirasakan ereksi, tetapi seberapa kuat ereksi penis saat mimpi sulit diketahui. Waktu mimpi seks sangat singkat antara bercumbu koitus dalam mimpi. Lagi pula pada waktu bermimpi orang sedang tidur, hanya dalam mimpi terasa ereksi lalu koitus dan ejakulasi. Tetapi berapa kuat ereksinya, tidak pernah benar-benar bisa disadari pada waktu itu. semua pria menikmati mimpi seks karena itu sesuatu kenikmatan yang tinggi dan kadang-kadang sesuatu hiburan bila kebetulan tidak mempunyai pasangan. (NL Tobing)
Ereksi Saat Melakukan Onani Atau Masturbasi
Sebagian besar pria usia muda pernah melakukan masturbasi. Kegiatan Masturbasi atau onani itu biasa dilakukan saat mandi. Pada saat mandi penis dibersihkan dengan sabun yang licin. Saat menggosok penis biasanya akan timbul perasaan nikmat dan penis menjadi ereksi. Pemandangan melihat penisnya ereksi dan menjadi keras dan besar, ditambah rasa nikmat, menjadi suatu pengalaman yang istimewa bagi remaja muda.
Rasa ingin tahunya timbul lalu penis itu digosok-gosok kembali dan rasa nikmat akan meningkat dan penis ereksi dengan keras. Bila penis digosok terus, akhirnya cairan sperma (semen) akan menyemprot atau ejakulasi sekaligus dengan terjadinya puncak rasa nikmat. Inilah permulaan masturbasi pada remaja pria.
Karena usia masih muda, perilaku itu terjadi secara alamiah. Tidak disadari bahwa itu termasuk masturbasi atau onani. Karena merasa nikmat, masturbasi diulang lagi. Pada remaja muda yang memiliki banyak waktu sendirian tanpa aktivitas, masturbasi biasanya sering diulang. Sampai satu waktu ada informasi bahwa masturbasi dapat menyebabkan berbagai penyakit misalnya disfungsi ereksi, sulit punya anak ataupun masturbasi adalah dosa, lalu berusaha menyetop masturbasi.
Tetapi kemampuan menyetop masturbasi hanya berlangsung 2-3 hari. Sesudahnya libido atau nafsu serta ereksi penis timbul kembali dengan sendirinya. Tanpa sadar atau karena nafsu besar ingin mendapatkan nikmat penis disentuh lagi seperti semula sampai ejakulasi.
Bila yakin bahwa perilaku seks tersebut dapat menimbulkan penyakit atau dosa, maka timbul penyesalan kenapa melakukan onani atau masturbasi. Demikianlah yang terjadi berulang-ulang. Bila informasi yang didapat menjelaskan bahwa masturbasi tidak menyebabkan penyakit, dan juga tidak merasa berdosa, besar kemungkinan masturbasi akan terulang kembali. Namun begitu, sebagian pria muda, masih tetap mengulang-ulang masturbasi walaupun ada rasa takut terhadap timbulnya penyakit nantinya, atau perasaan berdosa. Godaan untuk masturbasi dan sesudah melakukannya timbul rasa takut dan dosa, yang berlangsung berulang-ulang akan dapat mengganggu kejiwaan sehingga timbul berbagai gangguan dan salah satunya adalah disfungsi ereksi.(NL Tobing)
Rasa ingin tahunya timbul lalu penis itu digosok-gosok kembali dan rasa nikmat akan meningkat dan penis ereksi dengan keras. Bila penis digosok terus, akhirnya cairan sperma (semen) akan menyemprot atau ejakulasi sekaligus dengan terjadinya puncak rasa nikmat. Inilah permulaan masturbasi pada remaja pria.
Karena usia masih muda, perilaku itu terjadi secara alamiah. Tidak disadari bahwa itu termasuk masturbasi atau onani. Karena merasa nikmat, masturbasi diulang lagi. Pada remaja muda yang memiliki banyak waktu sendirian tanpa aktivitas, masturbasi biasanya sering diulang. Sampai satu waktu ada informasi bahwa masturbasi dapat menyebabkan berbagai penyakit misalnya disfungsi ereksi, sulit punya anak ataupun masturbasi adalah dosa, lalu berusaha menyetop masturbasi.
Tetapi kemampuan menyetop masturbasi hanya berlangsung 2-3 hari. Sesudahnya libido atau nafsu serta ereksi penis timbul kembali dengan sendirinya. Tanpa sadar atau karena nafsu besar ingin mendapatkan nikmat penis disentuh lagi seperti semula sampai ejakulasi.
Bila yakin bahwa perilaku seks tersebut dapat menimbulkan penyakit atau dosa, maka timbul penyesalan kenapa melakukan onani atau masturbasi. Demikianlah yang terjadi berulang-ulang. Bila informasi yang didapat menjelaskan bahwa masturbasi tidak menyebabkan penyakit, dan juga tidak merasa berdosa, besar kemungkinan masturbasi akan terulang kembali. Namun begitu, sebagian pria muda, masih tetap mengulang-ulang masturbasi walaupun ada rasa takut terhadap timbulnya penyakit nantinya, atau perasaan berdosa. Godaan untuk masturbasi dan sesudah melakukannya timbul rasa takut dan dosa, yang berlangsung berulang-ulang akan dapat mengganggu kejiwaan sehingga timbul berbagai gangguan dan salah satunya adalah disfungsi ereksi.(NL Tobing)
Ereksi dengan Stimulasi Psikoseksual
Pada usia muda, pria sangat sensitif terhadap stimulasi seksual. Melihat penampilan seorang wanita muda yang tampak seksi langsung menimbulkan gairah dalam diri dan membuat penis bergerak-gerak yang menandakan bahwa penis mulai ereksi.
Selama stimulasi seksual itu masuk ke dalam dirinya, ereksi bisa berkembang terus sampai keras lalu bertahan beberapa lama. Kadang-kadang bentuk celana sudah berubah dan kelihatan benjol. Takut penis kelihatan dari luar, maka stimulasi seks itu pun dimatikan dengan berbagai cara misalnya dengan mengalihkan perhatian atau mencubit paha sendiri.
Pada sebagian orang ereksi seperti ini adalah sesuatu yang menggembirakan dan sangat dinikmati. Sebaliknya bagi beberapa yang lain mengangap keadaan ini melanggar norma, dianggap sebagai dosa sehingga menahan diri dari gairah dan menjauhkan diri dari stimulasi seksual tadi.
Respons gairah yang diikuti dengan ereksi penis adalah sesuatu yang sangat normal pada pria muda bahkan sampai usia setengah tua atau 50 tahunan. Bila ereksi mulai menurun dan gairah mulai maka akan timbul ketakutan bahwa ereksi benar-benar hilang atau sudah terjadi disfungsi ereksi.
Sebagian ahli mengatakan bila hal ini terjadi dan penis ereksi, biarkan saja demikian. Sebagian pria langsung mematikan gairahnya karena merasa tidak etis. Sebenarnya sepanjang tidak mengganggu orang lain ataupun diri sendiri, ereksi dapat dibiarkan saja sehingga penis itu lebih mudah ereksi dan tetap sensitif terhadap stimulasi seksual dari luar dirinya.
Selama stimulasi seksual itu masuk ke dalam dirinya, ereksi bisa berkembang terus sampai keras lalu bertahan beberapa lama. Kadang-kadang bentuk celana sudah berubah dan kelihatan benjol. Takut penis kelihatan dari luar, maka stimulasi seks itu pun dimatikan dengan berbagai cara misalnya dengan mengalihkan perhatian atau mencubit paha sendiri.
Pada sebagian orang ereksi seperti ini adalah sesuatu yang menggembirakan dan sangat dinikmati. Sebaliknya bagi beberapa yang lain mengangap keadaan ini melanggar norma, dianggap sebagai dosa sehingga menahan diri dari gairah dan menjauhkan diri dari stimulasi seksual tadi.
Respons gairah yang diikuti dengan ereksi penis adalah sesuatu yang sangat normal pada pria muda bahkan sampai usia setengah tua atau 50 tahunan. Bila ereksi mulai menurun dan gairah mulai maka akan timbul ketakutan bahwa ereksi benar-benar hilang atau sudah terjadi disfungsi ereksi.
Sebagian ahli mengatakan bila hal ini terjadi dan penis ereksi, biarkan saja demikian. Sebagian pria langsung mematikan gairahnya karena merasa tidak etis. Sebenarnya sepanjang tidak mengganggu orang lain ataupun diri sendiri, ereksi dapat dibiarkan saja sehingga penis itu lebih mudah ereksi dan tetap sensitif terhadap stimulasi seksual dari luar dirinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)