Hindari Pisang Jika Ingin Punya Anak Perempuan
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kombinasi diet dan pengaturan jadwal berhubungan seks dapat menentukan jenis kelamin bayi yang dihasilkan. Jika menginginkan anak perempuan, hindari pisang dan lakukan hubungan seks dengan pasangan sesering mungkin.
Kalium yang terkandung dalam pisang merupakan unsur yang harus dihindari bersama garam natrium, jika sedang berusaha untuk mendapatkan anak perempuan. Unsur-unsur tersebut juga terkandung dalam ikan teri, zaitun, ikan salmon, udang, kentang, daging olahan, roti dan kue kering.
Sebaliknya, konsumsi kalsium dan magnesium harus diperbanyak oleh si calon ibu. Diet yang dianjurkan antara lain meliputi yoghurt, keju keras, salmon kalengan, tofu, oatmeal, sereal gandum, brokoli, jeruk, almond dan jenis kacang-kacangan lainnya.
Selain diet, faktor lainnya yang menentukan jenis kelamin bayi adalah pengaturan jadwal berhubungan seks. Seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (5/9/2010), peluang untuk mendapatkan bayi perempuan semakin besar jika pasangan lebih sering berhubungan seks.
Hal ini sesuai dengan teori yang berkembang selama ini, bahwa kandungan kromosom seks dapat mempengaruhi kecepatan gerak sel sperma. Sperma dengan kromosom laki-laki cenderung bergerak lebih cepat, sehingga akan sangat mendominasi jika jarang dikeluarkan.
Sebaliknya jika sering dikeluarkan, maka sperma dengan kromosom perempuan yang gerakannya lebih lambat namun umurnya lebih panjang akan mengambil alih dominasi tersebut. Jumlah sperma dengan kromosom pria jumlahnya menyusut jika sering dikeluarkan, justru karena gerakannya sangat cepat.
Kombinasi kedua teknik tersebut dimunculkan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Maastricht University di Belanda. Penelitian eksperimental itu dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun dan melibatkan 172 orang wanita dengan rentang usia 23 hingga 42 tahun.
Seluruh partisipan merupakan ibu-ibu yang pernah melahirkan anak laki-laki dan tengah mendambakan anak perempuan. Atas persetujuan masing-masing, para partisipan diminta berhubungan seks sesering mungkin dan menjalani diet rendah garam serta tinggi kalsium dan magnesium.
Karena berbagai alasan, banyak partisipan gagal mengikuti pengaturan jadwal berhubungan seks maupun diet ketat yang telah ditentukan. Namun dari 21 wanita yang berhasil mengikutinya sampai akhir, 16 orang atau nyaris 20 persen sukses mendapatkan anak perempuan.
Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan dengan subyek uji manusia. Penelitian sejenis dengan hasil yang kurang lebih sama juga pernah dilakukan sebelumnya pada cacing laut, sapi perah, babi dan tikus.
Berisikan artikel seks yang mendidik. Untuk share masalah, ide, teknik, dan sharing bersama. Ini bukan pornografi web tetapi untuk kepentingan bersama bagi yang ingin mendapatkan informasi seputar seks. Jika ingin berbagi silakan bisa menghubungi wudoblejet@YMAIL.com
Sunday, September 5, 2010
Friday, August 27, 2010
Kenapa Seks Pria Tidak Ada Matinya?
Kenapa Seks Pria Tidak Ada Matinya?
Vera Farah Bararah - detikHealth
Laki-laki tua masih tertarik untuk memiliki kehidupan seks yang lebih panjang dibandingkan perempuan yang seusianya. Kenapa seks pria tidak ada matinya meski usia terus bertambah?
Peneliti dari University of Chicago melakukan survei terhadap lebih dari 6.000 orang. Diketahui bahwa laki-laki tua lebih memungkinkan untuk aktif secara seksual, memiliki kehidupan seks yang baik dan lebih mendambakan seks dibandingkan rekan seusianya yang perempuan.
Sekitar 39 persen laki-laki berusia 75-85 tahun masih melakukan hubungan seks, sedangkan kaum perempuan hanya sekitar 17 persen saja.
Hasil studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal menunjukkan pada kelompok usia tertentu yang sama sekitar 41 persen laki-laki masih tertarik terhadap seks sedangkan perempuan hanya sebesar 11 persen.
"Tetap sehat
merupakan kunci untuk menjaga kehidupan seks di tahun-tahun emas. Seks adalah masalah yang sangat penting dan hal ini bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang," ujar ketua penelitian Stacy Tessler Lindau, MD, profesor bidang kebidanan dan ginekologi dari University of Chicago, seperti dikutip dari Health, Kamis (11/3/2010).
Peneliti menemukan pada usia 55 tahun, laki-laki masih memiliki waktu lebih dari 15 tahun lagi untuk melakukan aktivitas seksual sedangkan perempuan hanya memiliki 10,6 tahun. Selain itu kehidupan yang sehat bisa menambah panjang aktivitas seksual seseorang, pada laki-laki bertambah 7 tahun dan perempuan hanya 5 tahun.
"Orang-orang yang memiliki hubungan harus terus berhubungan seks sampai usia 99 tahun. Generasi tua harus dididik ulang bahwa seks di usia tua bukanlah sesuatu yang kotor atau harus ditertawakan tapi sesuatu yang harus dibudidayakan," ujar Dr Ruth, seorang seks terapis dan pengarang buku Dr. Ruth’s Sex After 50.
Kenapa pria tak pernah mati hasrat seksnya?
Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ pun akan melemah. Otot-otot mulai mengendur, kulit mulai keriput dan tulang semakin rapuh.
Namun pria masih mampu memproduksi hormon testosteron hingga usia tua. Berbeda dengan wanita yang kerap terhambat menopause. Selama hidupnya, pria memproduksi 170 hingga 180 kg sperma meski makin tua jumlahnya makin berkurang.
Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa perempuan tua menjadi kurang aktif secara seksual dibandingkan pria karena rata-rata dari mereka sudah tidak memiliki pasangan atau pasangannya sudah tidak cukup sehat untuk melakukan hubungan seks.
Dr Lindau menemukan perempuan yang sudah tua cenderung lebih sedikit untuk menikah kembali atau memilih hidup dengan berpasangan.
Dalam survei didapatkan pada usia 65-74 tahun hanya sebesar 58 persen perempuan yang memiliki pasangan sedangkan kaum pria sebesar 79 persen.
Beberapa perempuan yang masih aktif melakukan seksual hanya untuk menyenangkan pasangannya atau merasa sulit untuk mengatakan tidak.
"Dalam masyarakat kita perempuan dibesarkan dengan cara bahwa mereka tidak seharusnya meminta atau menginginkan hubungan seks, sehingga perempuan yang lebih tua cenderung berkurang aktivitas seksualnya," tambanya.
Tubuh yang sehat dalam arti melakukan olahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang benar serta tidak merokok dapat meningkatkan kualitas seksual seseorang meskipun usianya terus bertambah.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Laki-laki tua masih tertarik untuk memiliki kehidupan seks yang lebih panjang dibandingkan perempuan yang seusianya. Kenapa seks pria tidak ada matinya meski usia terus bertambah?
Peneliti dari University of Chicago melakukan survei terhadap lebih dari 6.000 orang. Diketahui bahwa laki-laki tua lebih memungkinkan untuk aktif secara seksual, memiliki kehidupan seks yang baik dan lebih mendambakan seks dibandingkan rekan seusianya yang perempuan.
Sekitar 39 persen laki-laki berusia 75-85 tahun masih melakukan hubungan seks, sedangkan kaum perempuan hanya sekitar 17 persen saja.
Hasil studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal menunjukkan pada kelompok usia tertentu yang sama sekitar 41 persen laki-laki masih tertarik terhadap seks sedangkan perempuan hanya sebesar 11 persen.
"Tetap sehat
merupakan kunci untuk menjaga kehidupan seks di tahun-tahun emas. Seks adalah masalah yang sangat penting dan hal ini bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang," ujar ketua penelitian Stacy Tessler Lindau, MD, profesor bidang kebidanan dan ginekologi dari University of Chicago, seperti dikutip dari Health, Kamis (11/3/2010).
Peneliti menemukan pada usia 55 tahun, laki-laki masih memiliki waktu lebih dari 15 tahun lagi untuk melakukan aktivitas seksual sedangkan perempuan hanya memiliki 10,6 tahun. Selain itu kehidupan yang sehat bisa menambah panjang aktivitas seksual seseorang, pada laki-laki bertambah 7 tahun dan perempuan hanya 5 tahun.
"Orang-orang yang memiliki hubungan harus terus berhubungan seks sampai usia 99 tahun. Generasi tua harus dididik ulang bahwa seks di usia tua bukanlah sesuatu yang kotor atau harus ditertawakan tapi sesuatu yang harus dibudidayakan," ujar Dr Ruth, seorang seks terapis dan pengarang buku Dr. Ruth’s Sex After 50.
Kenapa pria tak pernah mati hasrat seksnya?
Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ pun akan melemah. Otot-otot mulai mengendur, kulit mulai keriput dan tulang semakin rapuh.
Namun pria masih mampu memproduksi hormon testosteron hingga usia tua. Berbeda dengan wanita yang kerap terhambat menopause. Selama hidupnya, pria memproduksi 170 hingga 180 kg sperma meski makin tua jumlahnya makin berkurang.
Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa perempuan tua menjadi kurang aktif secara seksual dibandingkan pria karena rata-rata dari mereka sudah tidak memiliki pasangan atau pasangannya sudah tidak cukup sehat untuk melakukan hubungan seks.
Dr Lindau menemukan perempuan yang sudah tua cenderung lebih sedikit untuk menikah kembali atau memilih hidup dengan berpasangan.
Dalam survei didapatkan pada usia 65-74 tahun hanya sebesar 58 persen perempuan yang memiliki pasangan sedangkan kaum pria sebesar 79 persen.
Beberapa perempuan yang masih aktif melakukan seksual hanya untuk menyenangkan pasangannya atau merasa sulit untuk mengatakan tidak.
"Dalam masyarakat kita perempuan dibesarkan dengan cara bahwa mereka tidak seharusnya meminta atau menginginkan hubungan seks, sehingga perempuan yang lebih tua cenderung berkurang aktivitas seksualnya," tambanya.
Tubuh yang sehat dalam arti melakukan olahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang benar serta tidak merokok dapat meningkatkan kualitas seksual seseorang meskipun usianya terus bertambah.
4 Nutrisi yang Meningkatkan Hormon Pria
4 Nutrisi yang Meningkatkan Hormon Pria
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Testosteron merupakan salah satu hormon yang penting dalam tubuh manusia, terutama laki-laki. Hormon ini cenderung mengalami penurunan seiring usia. Untungnya, hal ini dapat dihindari, karena kadar hormon dipengaruhi sebagian besar oleh makanan.
Testosteron atau sering disebut hormon pria merupakan salah satu hormon utama yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan otot, libido (kesehatan seksual dan suasana hati), serta untuk organ secara keseluruhan dan kesehatan tulang.
Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar testosteron, tapi beberapa makanan ini mungkin menjadi pantangan pada orang dengan kondisi tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes dan obesitas.
Dilansir dari Livestrong, Sabtu (28/8/2010), berikut 4 jenis nutrisi yang dapat meningkatkan kadar testosteron:
1. Minyak kelapa
Minyak kelapa terdiri Medium Chain Triglycerides atau MCT. Mekanisme ini memungkinkan tubuh untuk menyerap minyak kelapa guna mencegah penyimpanan sebagai lemak, bahkan mendorong penghilangan lemak dalam tubuh.
Hal ini disebabkan karena kemampuan MCT untuk memotong sistem limfatik ketika dicerna, tidak seperti lemak lainnya dan memungkinkan penyerapan cepat oleh hati.
Ini memungkinkan untuk oksidasi langsung dan cepat diubah menjadi energi, mirip dengan efek dari karbohidrat sederhana. Kenaikan bahan bakar dan energi dapat memperpanjang daya tahan dan meningkatkan testosteron secara keseluruhan.
2. Bawang putih
Semua hormon dalam tubuh secara langsung diatur satu sama lain. Oleh karena itu, penurunan testosteron seringkali merupakan respon dari pergeseran kadar hormon lainnya. Salah satu hormon yang bertanggung jawab atas tingkat testosteron dalam tubuh adalah kortisol. Bawang putih telah terbukti untuk mengatur kadar kortisol dan sebagai hasilnya juga meningkatkan kadar testosteron.
3. Brokoli
Hormon lain yang lebih jelas terkait dengan testosteron adalah estrogen. Kadar esterogen yang tinggi dalam tubuh dapat menurunkan testosteron.
Brokoli berisi tingkat tinggi indole, yaitu fitokimia yang membantu tubuh untuk mengkonversi estrogen ke dalam bentuk lain, sehingga meningkatkan testosteron.
Selain itu, brokoli mengandung kromium yang dapat mengatur glukosa darah, kalsium yang mengatur hormon untuk mencegah penyimpanan lemak lebih lanjut.
4. Daging merah
Daging merah telah terbukti untuk meningkatkan tingkat testosteron. Kekurangan seng adalah alasan utama untuk testosteron rendah, sehingga konsentrasi tinggi seng yang ditemukan dalam daging merah sangat bermanfaat.
Menurut penelitian dari Harvard Medical School, suplemen seng dapat meningkatkan kadar testosteron bebas antara 8 hingga 14 persen. Hal ini disebabkan karena seng dapat memainkan peranan penting dalam modulasi serum testosteron pada pria normal.
Selain itu, lemak jenuh dan kolesterol yang ditemukan dalam daging merah dapat segera dikonversi menjadi testosteron dalam tubuh. Telur dapat memiliki peran yang sama, sama halnya dengan meningkatkan kadar kolesterol tubuh.
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Testosteron merupakan salah satu hormon yang penting dalam tubuh manusia, terutama laki-laki. Hormon ini cenderung mengalami penurunan seiring usia. Untungnya, hal ini dapat dihindari, karena kadar hormon dipengaruhi sebagian besar oleh makanan.
Testosteron atau sering disebut hormon pria merupakan salah satu hormon utama yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan otot, libido (kesehatan seksual dan suasana hati), serta untuk organ secara keseluruhan dan kesehatan tulang.
Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar testosteron, tapi beberapa makanan ini mungkin menjadi pantangan pada orang dengan kondisi tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes dan obesitas.
Dilansir dari Livestrong, Sabtu (28/8/2010), berikut 4 jenis nutrisi yang dapat meningkatkan kadar testosteron:
1. Minyak kelapa
Minyak kelapa terdiri Medium Chain Triglycerides atau MCT. Mekanisme ini memungkinkan tubuh untuk menyerap minyak kelapa guna mencegah penyimpanan sebagai lemak, bahkan mendorong penghilangan lemak dalam tubuh.
Hal ini disebabkan karena kemampuan MCT untuk memotong sistem limfatik ketika dicerna, tidak seperti lemak lainnya dan memungkinkan penyerapan cepat oleh hati.
Ini memungkinkan untuk oksidasi langsung dan cepat diubah menjadi energi, mirip dengan efek dari karbohidrat sederhana. Kenaikan bahan bakar dan energi dapat memperpanjang daya tahan dan meningkatkan testosteron secara keseluruhan.
2. Bawang putih
Semua hormon dalam tubuh secara langsung diatur satu sama lain. Oleh karena itu, penurunan testosteron seringkali merupakan respon dari pergeseran kadar hormon lainnya. Salah satu hormon yang bertanggung jawab atas tingkat testosteron dalam tubuh adalah kortisol. Bawang putih telah terbukti untuk mengatur kadar kortisol dan sebagai hasilnya juga meningkatkan kadar testosteron.
3. Brokoli
Hormon lain yang lebih jelas terkait dengan testosteron adalah estrogen. Kadar esterogen yang tinggi dalam tubuh dapat menurunkan testosteron.
Brokoli berisi tingkat tinggi indole, yaitu fitokimia yang membantu tubuh untuk mengkonversi estrogen ke dalam bentuk lain, sehingga meningkatkan testosteron.
Selain itu, brokoli mengandung kromium yang dapat mengatur glukosa darah, kalsium yang mengatur hormon untuk mencegah penyimpanan lemak lebih lanjut.
4. Daging merah
Daging merah telah terbukti untuk meningkatkan tingkat testosteron. Kekurangan seng adalah alasan utama untuk testosteron rendah, sehingga konsentrasi tinggi seng yang ditemukan dalam daging merah sangat bermanfaat.
Menurut penelitian dari Harvard Medical School, suplemen seng dapat meningkatkan kadar testosteron bebas antara 8 hingga 14 persen. Hal ini disebabkan karena seng dapat memainkan peranan penting dalam modulasi serum testosteron pada pria normal.
Selain itu, lemak jenuh dan kolesterol yang ditemukan dalam daging merah dapat segera dikonversi menjadi testosteron dalam tubuh. Telur dapat memiliki peran yang sama, sama halnya dengan meningkatkan kadar kolesterol tubuh.
Wednesday, February 3, 2010
Berencana Hamil di atas Usia 30? Pahami Dulu Sel Gamet Anda!
Berencana Hamil di atas Usia 30? Pahami Dulu Sel Gamet Anda!
Rabu, 3 Februari 2010 | 09:17 WIB
Melahirkan adalah salah satu momen terindah dalam hidup bagi seorang wanita. Proses kehamilan yang diawali dengan hubungan seksual antara sepasang suami istri, yang dengan luar biasanya menghasilkan sang buah hati, sebuah hasil dari cinta antara pasangan suami istri, yang tentunya akan menambah rasa sayang dan cinta pada suami/istri sehingga sang buah hati pun menerima cinta yang besar dari kedua orangtuannya.
Meski demikian, agar proses kehamilan ini sukses dan tidak rumit, status fisik dan psikologis setiap pasangan haruslah sehat dan baik. Agar prosesnya berlangsung kondusif, sangatlah penting untuk menjadi “Baby Smart” atau dengan kata lain cerdas merencanakan kehamilan.
Memiliki organ reproduksi yang sehat itu sangat vital bagi pasangan usia di atas 30 tahun seiring dengan turut menuanya sel telur dan sperma yang dapat mempengaruhi pembuahan dan kesuburan serta dapat meningkatkan risiko penyakit cacat bawaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk pasangan pada kelompok usia tersebut untuk memiliki pemikiran yang benar terkait kesehatan sel gamet mereka.
Kesehatan sel gamet
Pria dan wanita merupakan makhluk hidup paling kompleks penghasil sel gamet – yaitu benih kehidupan. Sel gamet adalah sel yang mengandung sebagian materi/sifat genetik yang akan diturunkan dari setiap orangtua, dan ini dikenal sebagai sperma untuk sel gamet pria dan sel telur untuk sel gamet wanita.
Penggabungan dari setengah bagian dari materi/sifat genetik itu, disebut kromosom, yang dikombinasikan untuk membentuk sel kromosom yang lengkap, yang mana unik untuk setiap keturunan. Sel gamet yang bersatu itu, dengan hasil cetak DNA yang unik pula, membentuk embrio, yang merupakan titik awal siklus kehidupan. Sperma dihasilkan secara terus menerus di dalam testis. Sementara, sel telur dihasilkan dengan jumlah yang terbatas.
Meski demikian, makanan yang kita konsumsi dan udara yang kita hirup dapat membawa kita pada efek yang merusak kualitas sel gamet. Kuantitas sperma, walaupun jumlahnya tak terbatas, akan dapat menurun kematangannya terutama pada pria lanjut usia. Malahan, pada beberapa dekade belakangan ini, industrialisasi menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah sel sperma dan kualitas pada rata-rata pria.
Sedangkan pada wanita, sel telur menjadi mudah untuk rusak karena terbatasnya jumlah dan perkembangannya hanya terjadi setelah puber dan adanya siklus menstruasi. Lapisan pada sel dan selaput membran yang melindungi sel gamet menjadi rentan untuk rusak akibat efek negatif yang ditimbulkan dari radikal bebas, bahan kimia, dan racun yang masuk ke dalam tubuh.
Untungnya, ada beberapa hal dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan organ reproduksi. Berikut beberapa perubahan yang dapat meningkatkan kesehatan sel gamet :
- Jalani gaya hidup sehat, kurangi merokok dan konsumsi alkohol
- Optimalkan program diet, seperti kurangi konsumsi lemah dan diet anti oksidan tinggi
- Teratur berolahraga
- Hindari lingkungan yang memiliki banyak toksin
Merancang si buah hati dimulai dari kesehatan sel gamet. Fokus pada hal ini dapat membantu meyakinkan pasangan muda untuk memiliki awal yang terbaik!
Dr Wei Siang Yu adalah seorang dokter medis terkemuka yang kerap muncul di Singapura karena upayanya dalam meningkatkan jumlah kelahiran di Singapura. Ia juga penemu medis dan saat ini memimpin program inovatif wisata medis, FlyFreeForHealth.
Rabu, 3 Februari 2010 | 09:17 WIB
Melahirkan adalah salah satu momen terindah dalam hidup bagi seorang wanita. Proses kehamilan yang diawali dengan hubungan seksual antara sepasang suami istri, yang dengan luar biasanya menghasilkan sang buah hati, sebuah hasil dari cinta antara pasangan suami istri, yang tentunya akan menambah rasa sayang dan cinta pada suami/istri sehingga sang buah hati pun menerima cinta yang besar dari kedua orangtuannya.
Meski demikian, agar proses kehamilan ini sukses dan tidak rumit, status fisik dan psikologis setiap pasangan haruslah sehat dan baik. Agar prosesnya berlangsung kondusif, sangatlah penting untuk menjadi “Baby Smart” atau dengan kata lain cerdas merencanakan kehamilan.
Memiliki organ reproduksi yang sehat itu sangat vital bagi pasangan usia di atas 30 tahun seiring dengan turut menuanya sel telur dan sperma yang dapat mempengaruhi pembuahan dan kesuburan serta dapat meningkatkan risiko penyakit cacat bawaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk pasangan pada kelompok usia tersebut untuk memiliki pemikiran yang benar terkait kesehatan sel gamet mereka.
Kesehatan sel gamet
Pria dan wanita merupakan makhluk hidup paling kompleks penghasil sel gamet – yaitu benih kehidupan. Sel gamet adalah sel yang mengandung sebagian materi/sifat genetik yang akan diturunkan dari setiap orangtua, dan ini dikenal sebagai sperma untuk sel gamet pria dan sel telur untuk sel gamet wanita.
Penggabungan dari setengah bagian dari materi/sifat genetik itu, disebut kromosom, yang dikombinasikan untuk membentuk sel kromosom yang lengkap, yang mana unik untuk setiap keturunan. Sel gamet yang bersatu itu, dengan hasil cetak DNA yang unik pula, membentuk embrio, yang merupakan titik awal siklus kehidupan. Sperma dihasilkan secara terus menerus di dalam testis. Sementara, sel telur dihasilkan dengan jumlah yang terbatas.
Meski demikian, makanan yang kita konsumsi dan udara yang kita hirup dapat membawa kita pada efek yang merusak kualitas sel gamet. Kuantitas sperma, walaupun jumlahnya tak terbatas, akan dapat menurun kematangannya terutama pada pria lanjut usia. Malahan, pada beberapa dekade belakangan ini, industrialisasi menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah sel sperma dan kualitas pada rata-rata pria.
Sedangkan pada wanita, sel telur menjadi mudah untuk rusak karena terbatasnya jumlah dan perkembangannya hanya terjadi setelah puber dan adanya siklus menstruasi. Lapisan pada sel dan selaput membran yang melindungi sel gamet menjadi rentan untuk rusak akibat efek negatif yang ditimbulkan dari radikal bebas, bahan kimia, dan racun yang masuk ke dalam tubuh.
Untungnya, ada beberapa hal dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan organ reproduksi. Berikut beberapa perubahan yang dapat meningkatkan kesehatan sel gamet :
- Jalani gaya hidup sehat, kurangi merokok dan konsumsi alkohol
- Optimalkan program diet, seperti kurangi konsumsi lemah dan diet anti oksidan tinggi
- Teratur berolahraga
- Hindari lingkungan yang memiliki banyak toksin
Merancang si buah hati dimulai dari kesehatan sel gamet. Fokus pada hal ini dapat membantu meyakinkan pasangan muda untuk memiliki awal yang terbaik!
Dr Wei Siang Yu adalah seorang dokter medis terkemuka yang kerap muncul di Singapura karena upayanya dalam meningkatkan jumlah kelahiran di Singapura. Ia juga penemu medis dan saat ini memimpin program inovatif wisata medis, FlyFreeForHealth.
Friday, January 15, 2010
Ingin Hamil? Bercintalah dengan Gaya Ini!
Posisi missionary dianggap paling efektif dalam terjadinya pembuahan. KOMPAS.com — Banyak orang mengatakan, semakin Anda menginginkan sesuatu, semakin sulit Anda mendapatkannya. Hal ini juga kerap terjadi ketika Anda begitu menginginkan kehadiran seorang anak, tetapi Anda tak kunjung hamil.
Namun, dr Hal Danzer, dokter spesialis kesuburan dan salah satu pendiri Southern California Reproductive Center, berbagi tips mengenai posisi seks terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Simak penjelasannya dalam artikel yang dia buat di Parents.com.
1. Berhubungan sebelum Anda berovulasi
Sperma bisa tetap berada di rahim dan saluran telur ke rahim selama 2 atau 3 hari. Namun, telur Anda mungkin hanya akan bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Jadi, berhubungan seks sebelum Anda berovulasi bisa mendorong kemungkinan adanya sperma yang akan menyambut telur Anda begitu dilepaskan.
Jika siklus menstruasi Anda 28 hari (saat Anda berovulasi pada hari ke-14), lakukan hal-hal berikut ini:
* Lakukan hubungan seks beberapa kali seminggu begitu menstruasi Anda berakhir. Melakukan hubungan cukup sering seperti ini dapat memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa paling subur, khususnya jika panjang siklus Anda bervariasi dari bulan ke bulan.
* Lakukan hubungan setiap hari sekitar hari ke-10.
* Jika Anda mendapat hasil positif pada ovulation predictor kit atau OPK (bisa dibeli di apotek), atau sekitar hari ke-12, maka lakukan hubungan pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Inilah hari-hari utama dalam sebulan yang memungkinkan terjadinya pembuahan.
2. Posisi: "missionary"
Memang tidak ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu posisi tertentu lebih efektif daripada yang lain. Namun, tujuan dari hubungan seks yang memungkinkan terjadinya pembuahan adalah untuk mengantarkan sperma sedekat mungkin ke serviks. Dengan demikian, akan lebih baik jika pasangan mampu memasukkan penisnya sedalam mungkin, dan hal ini mungkin terjadi bila ia berada di atas. Di pihak lain, doggy style boleh dibilang merupakan cara paling tidak efektif untuk membuat sel telur Anda dibuahi.
3. Berbaring telentang, dan ganjal pinggul Anda
Apa yang membuat sesi bercinta ini berhasil, dan apa yang sekadar mitos, memang masih diperdebatkan. Namun, dr Christopher Williams, MD, ahli endokrinologi reproduktif dari Charlottesville, Virginia, dan penulis The Fastest Way to Get Pregnant Naturally, menjabarkan apa yang sepenuhnya fakta. Contohnya, mengganjal pinggul dengan bantal.
"Posisi vagina itu miring ke bawah, jadi berbaring telentang seusai berhubungan seks memungkinkan sperma untuk mengalir dan terkumpul di rahim," katanya. Berbaringlah hingga sekitar 20 menit. Perlukah mengangkat kedua kaki ke atas? Menurut dr Williams, hal ini boleh-boleh saja, meskipun mungkin tidak banyak membantu.
4. Bercintalah sebelum tidur malam
Meskipun beberapa sumber melaporkan bahwa jumlah sperma lebih banyak pada pagi hari, kenyataannya tidak ada waktu optimal dalam sehari untuk berhubungan seks. Lagi pula, bercinta sebelum Anda tidur malam menjadi cara mudah untuk memastikan Anda berbaring sesudahnya.
5. Jangan menggunakan cairan lubrikasi
Mungkin ada yang mengira bahwa cairan lubrikasi bisa membantu sperma bergerak lebih cepat. Kenyataannya, cairan ini hanya akan menghambat upaya kehamilan Anda. Kebanyakan formula lubrikasi mengubah pH balance di dalam vagina, dan menurunkan mobilitas sperma.
6. Tak perlu khawatir jika tidak orgasme
Meskipun tujuannya untuk mendapatkan peluang kehamilan, jangan melupakan kesenangan dalam bercinta. Namun, tak perlu mengkhawatirkan jika Anda tak dapat mencapai orgasme saat itu. Meskipun ada yang mengatakan bahwa orgasme mampu mendorong terjadinya pembuahan dengan menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim, teori ini tidak didukung fakta ilmiah.
Namun, dr Hal Danzer, dokter spesialis kesuburan dan salah satu pendiri Southern California Reproductive Center, berbagi tips mengenai posisi seks terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Simak penjelasannya dalam artikel yang dia buat di Parents.com.
1. Berhubungan sebelum Anda berovulasi
Sperma bisa tetap berada di rahim dan saluran telur ke rahim selama 2 atau 3 hari. Namun, telur Anda mungkin hanya akan bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Jadi, berhubungan seks sebelum Anda berovulasi bisa mendorong kemungkinan adanya sperma yang akan menyambut telur Anda begitu dilepaskan.
Jika siklus menstruasi Anda 28 hari (saat Anda berovulasi pada hari ke-14), lakukan hal-hal berikut ini:
* Lakukan hubungan seks beberapa kali seminggu begitu menstruasi Anda berakhir. Melakukan hubungan cukup sering seperti ini dapat memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa paling subur, khususnya jika panjang siklus Anda bervariasi dari bulan ke bulan.
* Lakukan hubungan setiap hari sekitar hari ke-10.
* Jika Anda mendapat hasil positif pada ovulation predictor kit atau OPK (bisa dibeli di apotek), atau sekitar hari ke-12, maka lakukan hubungan pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Inilah hari-hari utama dalam sebulan yang memungkinkan terjadinya pembuahan.
2. Posisi: "missionary"
Memang tidak ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu posisi tertentu lebih efektif daripada yang lain. Namun, tujuan dari hubungan seks yang memungkinkan terjadinya pembuahan adalah untuk mengantarkan sperma sedekat mungkin ke serviks. Dengan demikian, akan lebih baik jika pasangan mampu memasukkan penisnya sedalam mungkin, dan hal ini mungkin terjadi bila ia berada di atas. Di pihak lain, doggy style boleh dibilang merupakan cara paling tidak efektif untuk membuat sel telur Anda dibuahi.
3. Berbaring telentang, dan ganjal pinggul Anda
Apa yang membuat sesi bercinta ini berhasil, dan apa yang sekadar mitos, memang masih diperdebatkan. Namun, dr Christopher Williams, MD, ahli endokrinologi reproduktif dari Charlottesville, Virginia, dan penulis The Fastest Way to Get Pregnant Naturally, menjabarkan apa yang sepenuhnya fakta. Contohnya, mengganjal pinggul dengan bantal.
"Posisi vagina itu miring ke bawah, jadi berbaring telentang seusai berhubungan seks memungkinkan sperma untuk mengalir dan terkumpul di rahim," katanya. Berbaringlah hingga sekitar 20 menit. Perlukah mengangkat kedua kaki ke atas? Menurut dr Williams, hal ini boleh-boleh saja, meskipun mungkin tidak banyak membantu.
4. Bercintalah sebelum tidur malam
Meskipun beberapa sumber melaporkan bahwa jumlah sperma lebih banyak pada pagi hari, kenyataannya tidak ada waktu optimal dalam sehari untuk berhubungan seks. Lagi pula, bercinta sebelum Anda tidur malam menjadi cara mudah untuk memastikan Anda berbaring sesudahnya.
5. Jangan menggunakan cairan lubrikasi
Mungkin ada yang mengira bahwa cairan lubrikasi bisa membantu sperma bergerak lebih cepat. Kenyataannya, cairan ini hanya akan menghambat upaya kehamilan Anda. Kebanyakan formula lubrikasi mengubah pH balance di dalam vagina, dan menurunkan mobilitas sperma.
6. Tak perlu khawatir jika tidak orgasme
Meskipun tujuannya untuk mendapatkan peluang kehamilan, jangan melupakan kesenangan dalam bercinta. Namun, tak perlu mengkhawatirkan jika Anda tak dapat mencapai orgasme saat itu. Meskipun ada yang mengatakan bahwa orgasme mampu mendorong terjadinya pembuahan dengan menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim, teori ini tidak didukung fakta ilmiah.
Inilah 5 Mitos Seks yang Perlu Anda Tahu
KOMPAS.com - Banyak sekali mitos seputar seks yang tentunya belum pasti kebenarannya. Salah satu mitos tersebut misalnya menyebutkan bahwa pria lebih ingin melakukan seks dibandingkan wanita.
Apakah mitos itu benar? Bagaimana dengan mitos bahwa seks haruslah memuaskan di ranjang, karena jika tidak maka bisa dipastikan hubungan Anda kurang baik! Mari kita cek kebenaran mitos-mitos seks berikut ini!
Mitos ke-1. Pria lebih menginginkan seks daripada wanita
Tidak juga! Sebenarnya alasan bahwa pria lebih cenderung menginginkan seks daripada wanita bukan hanya karena gairah, tapi lebih pada faktor kenapa para wanita lebih cenderung tidak terlalu memikirkan mengenai seks.
Para wanita cenderung mengerjakan lebih banyak aktivitas rumah tangga sehingga mereka kelelahan dan tak memikirkan soal seks. Hormon pada wanita juga membuat mereka berpikir soal seks pada waktu-waktu tertentu saja di tiap bulan, tidak setiap hari seperti halnya pria! Perlu diingat pula, para wanita cenderung merasa terikat secara emosi ketika berhubungan seks dibandingkan para pria. Tentu saja wanita tidak akan meminta pria melakukan hubungan seks dengannya ketika para kaum Adam bersikap sangat menyebalkan dan tak sesuai dengan keinginan sang wanita!
Mitos ke-2. Jika Anda punya banyak pengalaman seksual, pasti Anda mengerti bagaimana memuaskan pasangan.
Tidak juga. Memang kebanyakan orang berpendapat bahwa seseorang yang tahu banyak hal soal seks dan telah berpengalaman akan lebih baik daripada pemula. Yah, teknisnya sih begitu. Tapi seks yang memuaskan tidak hanya berkaitan dengan teknik dan genital, tapi juga persepsi dan mekanisme kerja otak, dan tentu saja definisi seks yang memuaskan bagi tiap orang itu berbeda-beda.
Mitos ke-3. Pasangan yang bahagia memiliki kehidupan seks memuaskan di ranjang. Kalau tidak, ada yang salah dengan hubungan Anda.
Tidak, ini tidak sepenuhnya benar. Kadangkala, pasangan yang berbahagia tidak selalu memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, panas membara dan menggairahkan setiap saat! Mungkin saja memang benar bahwa pasangan yang bahagia mempunyai kehidupan seks yang menggairahkan, tapi tidak setiap saat.
Teman Anda bicara soal kehidupan seksnya selalu indah dan membuatnya terbang ke langit ke-7? Hmmm...bisa jadi, tapi benarkah itu? Apa dia mengatakan yang sebenarnya? Ya...mungkin saja dia punya pengertian yang berbeda mengenai seks yang memuaskan! Semua itu subyektif sebenarnya.
Mitos ke-4. Seks haruslah spontan, jika tidak, ada yang salah dengan hubungan Anda!
Jangan percaya yang satu ini! Tenang saja, pada tahap awal mungkin memang benar akan spontan dan yang spontan biasanya berujung pada seks yang menyenangkan. Tapi setelah 18 bulan, hormon yang membuatnya bergairah membara akan mulai tenang, dan tak jarang bahkan pada 9 bulan sudah menurun, dan ini tidak berarti Anda tidak saling menginginkan.
Tapi ini berarti Anda harus mulai mengingatkan pada diri Anda betapa menyenangkannya seks itu sehingga Anda tetap bisa menikmatinya tanpa merasakan rutinitas. Lagipula, sekali-sekali melakukan seks yang terencana akan terlihat sangat menarik untuk dicoba, Anda akan merasa tidak sabar untuk menunggu saat itu!
Mitos ke-5. Wanita tak suka pornografi dan bicara "kotor" saat melakukan hubungan seks.
Setiap wanita tentu berbeda. Tak jarang dari mereka juga menyukai hal-hal yang menawarkan keintiman dengan porsi yang berbeda dengan pria tentunya. Sebut saja bunga atau pijatan aromaterapi dari tempat spa. Ada wanita yang suka, tapi ada pula yang tidak.
Semua orang pasti setuju bahwa wanita gila berbelanja, tapi tentu tidak semua wanita demikian. Begitu pula dengan pornografi. Berdasarkan suatu penelitian, tidak semua wanita menyatakan membenci pornografi.
dr.Intan Airlina Febiliawanti
Seks yang memuaskan tidak hanya berkaitan dengan teknik dan genital, tapi juga persepsi dan mekanisme kerja otak
Apakah mitos itu benar? Bagaimana dengan mitos bahwa seks haruslah memuaskan di ranjang, karena jika tidak maka bisa dipastikan hubungan Anda kurang baik! Mari kita cek kebenaran mitos-mitos seks berikut ini!
Mitos ke-1. Pria lebih menginginkan seks daripada wanita
Tidak juga! Sebenarnya alasan bahwa pria lebih cenderung menginginkan seks daripada wanita bukan hanya karena gairah, tapi lebih pada faktor kenapa para wanita lebih cenderung tidak terlalu memikirkan mengenai seks.
Para wanita cenderung mengerjakan lebih banyak aktivitas rumah tangga sehingga mereka kelelahan dan tak memikirkan soal seks. Hormon pada wanita juga membuat mereka berpikir soal seks pada waktu-waktu tertentu saja di tiap bulan, tidak setiap hari seperti halnya pria! Perlu diingat pula, para wanita cenderung merasa terikat secara emosi ketika berhubungan seks dibandingkan para pria. Tentu saja wanita tidak akan meminta pria melakukan hubungan seks dengannya ketika para kaum Adam bersikap sangat menyebalkan dan tak sesuai dengan keinginan sang wanita!
Mitos ke-2. Jika Anda punya banyak pengalaman seksual, pasti Anda mengerti bagaimana memuaskan pasangan.
Tidak juga. Memang kebanyakan orang berpendapat bahwa seseorang yang tahu banyak hal soal seks dan telah berpengalaman akan lebih baik daripada pemula. Yah, teknisnya sih begitu. Tapi seks yang memuaskan tidak hanya berkaitan dengan teknik dan genital, tapi juga persepsi dan mekanisme kerja otak, dan tentu saja definisi seks yang memuaskan bagi tiap orang itu berbeda-beda.
Mitos ke-3. Pasangan yang bahagia memiliki kehidupan seks memuaskan di ranjang. Kalau tidak, ada yang salah dengan hubungan Anda.
Tidak, ini tidak sepenuhnya benar. Kadangkala, pasangan yang berbahagia tidak selalu memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, panas membara dan menggairahkan setiap saat! Mungkin saja memang benar bahwa pasangan yang bahagia mempunyai kehidupan seks yang menggairahkan, tapi tidak setiap saat.
Teman Anda bicara soal kehidupan seksnya selalu indah dan membuatnya terbang ke langit ke-7? Hmmm...bisa jadi, tapi benarkah itu? Apa dia mengatakan yang sebenarnya? Ya...mungkin saja dia punya pengertian yang berbeda mengenai seks yang memuaskan! Semua itu subyektif sebenarnya.
Mitos ke-4. Seks haruslah spontan, jika tidak, ada yang salah dengan hubungan Anda!
Jangan percaya yang satu ini! Tenang saja, pada tahap awal mungkin memang benar akan spontan dan yang spontan biasanya berujung pada seks yang menyenangkan. Tapi setelah 18 bulan, hormon yang membuatnya bergairah membara akan mulai tenang, dan tak jarang bahkan pada 9 bulan sudah menurun, dan ini tidak berarti Anda tidak saling menginginkan.
Tapi ini berarti Anda harus mulai mengingatkan pada diri Anda betapa menyenangkannya seks itu sehingga Anda tetap bisa menikmatinya tanpa merasakan rutinitas. Lagipula, sekali-sekali melakukan seks yang terencana akan terlihat sangat menarik untuk dicoba, Anda akan merasa tidak sabar untuk menunggu saat itu!
Mitos ke-5. Wanita tak suka pornografi dan bicara "kotor" saat melakukan hubungan seks.
Setiap wanita tentu berbeda. Tak jarang dari mereka juga menyukai hal-hal yang menawarkan keintiman dengan porsi yang berbeda dengan pria tentunya. Sebut saja bunga atau pijatan aromaterapi dari tempat spa. Ada wanita yang suka, tapi ada pula yang tidak.
Semua orang pasti setuju bahwa wanita gila berbelanja, tapi tentu tidak semua wanita demikian. Begitu pula dengan pornografi. Berdasarkan suatu penelitian, tidak semua wanita menyatakan membenci pornografi.
dr.Intan Airlina Febiliawanti
Seks yang memuaskan tidak hanya berkaitan dengan teknik dan genital, tapi juga persepsi dan mekanisme kerja otak
Mitos Keperawanan Bikin Takut
KOMPAS.com — Cerita bahwa keperawanan bisa hilang karena jatuh dari sepeda sungguh meresap pada gadis ini, sampai ia ketakutan menjelang hari pernikahannya. Padahal, tidak ada bukti ilmiah bahwa keperawanan hilang akibat jatuh dari sepeda.
“Saya seorang gadis berumur 27 tahun, berencana menikah tahun ini. Masalahnya, saya selalu khawatir, bahkan takut dengan keadaan saya. Saya sudah tidak perawan lagi, meskipun hilangnya keperawanan saya bukan karena suka melakukan hubungan seks bebas.
Waktu berumur 12 tahun, saya mengalami kecelakaan, jatuh dari sepeda. Sampai saat ini saya masih takut mengatakannya kepada calon suami, takut dia tidak percaya dan menuduh saya yang bukan-bukan.
Pertanyaan saya, bagaimana cara meyakinkan calon suami bahwa saya tidak perawan karena kecelakaan itu? Apakah kira-kira dia mau menerima saya dan percaya seratus persen? Mengapa keperawanan masih merupakan hal yang sangat dominan di Indonesia?”
W.T., Malang
Tidak ilmiah
Saya anggap aneh sekali kalau Anda merasa "sudah tidak perawan lagi" padahal Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Seorang wanita disebut tidak perawan kalau sudah pernah melakukan hubungan seksual. Karena Anda belum pernah melakukan hubungan seksual, berarti Anda seorang perawan.
Saya justru merasa kasihan karena Anda merasa seperti itu, bahkan mungkin juga tersiksa menjelang hari pernikahan. Padahal, ternyata Anda masih seorang perawan karena memang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Saya tidak tahu siapa yang memberitahu bahwa Anda sudah tidak perawan lagi karena jatuh dari sepeda dulu. Mengenai kecelakaan yang dulu Anda alami, tentu bukanlah penyebab Anda menjadi tidak perawan karena Anda memang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Kalau yang Anda maksud dengan sudah tidak perawan lagi adalah robekan selaput dara akibat jatuh dari sepeda, ada dua hal yang perlu dipertanyakan.
Pertama, robeknya selaput dara tidak dapat dijadikan patokan apakah seorang wanita sudah pernah melakukan hubungan seksual. Wanita yang pernah melakukan masturbasi dengan memasukkan benda padat ke dalam vagina, selaput daranya juga dapat robek.
Kedua, dari mana Anda mengetahui keadaan selaput dara Anda akibat kecelakaan itu? Saya khawatir Anda hanya menerima informasi yang salah tentang selaput dara, yang antara lain disebutkan bisa robek karena wanita melakukan olahraga atau jatuh dari sepeda.
Sesungguhnya tidak ada bukti ilmiah bahwa olahraga seperti lompat tinggi dan jatuh dari sepeda dapat menimbulkan robekan di selaput dara. Memang sayang sekali, banyak informasi yang disampaikan di media massa seperti itu.
Pemberi informasi ternyata hanya meneruskan apa yang pernah mereka dengar sebelumnya, bukan berdasarkan bukti ilmiah. Artinya, hal itu sama saja dengan menyuburkan mitos tentang seks yang memang banyak beredar di masyarakat.
Tak harus berdarah
Ketidakmengertian tentang seksualitas, ditambah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, merupakan penyebab penting mengapa mitos tentang seks, khususnya keperawanan, tetap tumbuh subur di negara kita. Pengertian yang salah tentang keperawanan tidak jarang menimbulkan akibat buruk, bukan saja bagi pihak wanita, melainkan juga bagi pihak pria.
Anggapan bahwa wanita perawan harus mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual adalah anggapan yang salah dan hanya didasarkan pada mitos. Wanita yang cukup terangsang dan siap secara psikis tidak akan mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, kalau wanita tidak cukup terangsang, apalagi mengalami hambatan psikis, hampir pasti mengalami perdarahan.
Saya pikir tidak ada yang perlu Anda sampaikan kepada suami yang berkaitan dengan keperawanan dan jatuh naik sepeda. Di pihak lain, tidak ada alasan bagi suami untuk tak menerima Anda karena menganggap Anda tidak perawan.
Bukankah Anda memang tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya? @
Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And
Sesungguhnya tak ada bukti ilmiah bahwa olahraga seperti lompat tinggi dan jatuh dari sepeda dapat menimbulkan robekan di selaput dara.
“Saya seorang gadis berumur 27 tahun, berencana menikah tahun ini. Masalahnya, saya selalu khawatir, bahkan takut dengan keadaan saya. Saya sudah tidak perawan lagi, meskipun hilangnya keperawanan saya bukan karena suka melakukan hubungan seks bebas.
Waktu berumur 12 tahun, saya mengalami kecelakaan, jatuh dari sepeda. Sampai saat ini saya masih takut mengatakannya kepada calon suami, takut dia tidak percaya dan menuduh saya yang bukan-bukan.
Pertanyaan saya, bagaimana cara meyakinkan calon suami bahwa saya tidak perawan karena kecelakaan itu? Apakah kira-kira dia mau menerima saya dan percaya seratus persen? Mengapa keperawanan masih merupakan hal yang sangat dominan di Indonesia?”
W.T., Malang
Tidak ilmiah
Saya anggap aneh sekali kalau Anda merasa "sudah tidak perawan lagi" padahal Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Seorang wanita disebut tidak perawan kalau sudah pernah melakukan hubungan seksual. Karena Anda belum pernah melakukan hubungan seksual, berarti Anda seorang perawan.
Saya justru merasa kasihan karena Anda merasa seperti itu, bahkan mungkin juga tersiksa menjelang hari pernikahan. Padahal, ternyata Anda masih seorang perawan karena memang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Saya tidak tahu siapa yang memberitahu bahwa Anda sudah tidak perawan lagi karena jatuh dari sepeda dulu. Mengenai kecelakaan yang dulu Anda alami, tentu bukanlah penyebab Anda menjadi tidak perawan karena Anda memang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Kalau yang Anda maksud dengan sudah tidak perawan lagi adalah robekan selaput dara akibat jatuh dari sepeda, ada dua hal yang perlu dipertanyakan.
Pertama, robeknya selaput dara tidak dapat dijadikan patokan apakah seorang wanita sudah pernah melakukan hubungan seksual. Wanita yang pernah melakukan masturbasi dengan memasukkan benda padat ke dalam vagina, selaput daranya juga dapat robek.
Kedua, dari mana Anda mengetahui keadaan selaput dara Anda akibat kecelakaan itu? Saya khawatir Anda hanya menerima informasi yang salah tentang selaput dara, yang antara lain disebutkan bisa robek karena wanita melakukan olahraga atau jatuh dari sepeda.
Sesungguhnya tidak ada bukti ilmiah bahwa olahraga seperti lompat tinggi dan jatuh dari sepeda dapat menimbulkan robekan di selaput dara. Memang sayang sekali, banyak informasi yang disampaikan di media massa seperti itu.
Pemberi informasi ternyata hanya meneruskan apa yang pernah mereka dengar sebelumnya, bukan berdasarkan bukti ilmiah. Artinya, hal itu sama saja dengan menyuburkan mitos tentang seks yang memang banyak beredar di masyarakat.
Tak harus berdarah
Ketidakmengertian tentang seksualitas, ditambah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, merupakan penyebab penting mengapa mitos tentang seks, khususnya keperawanan, tetap tumbuh subur di negara kita. Pengertian yang salah tentang keperawanan tidak jarang menimbulkan akibat buruk, bukan saja bagi pihak wanita, melainkan juga bagi pihak pria.
Anggapan bahwa wanita perawan harus mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual adalah anggapan yang salah dan hanya didasarkan pada mitos. Wanita yang cukup terangsang dan siap secara psikis tidak akan mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, kalau wanita tidak cukup terangsang, apalagi mengalami hambatan psikis, hampir pasti mengalami perdarahan.
Saya pikir tidak ada yang perlu Anda sampaikan kepada suami yang berkaitan dengan keperawanan dan jatuh naik sepeda. Di pihak lain, tidak ada alasan bagi suami untuk tak menerima Anda karena menganggap Anda tidak perawan.
Bukankah Anda memang tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya? @
Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And
Sesungguhnya tak ada bukti ilmiah bahwa olahraga seperti lompat tinggi dan jatuh dari sepeda dapat menimbulkan robekan di selaput dara.
Subscribe to:
Posts (Atom)