Infertilitas atau ketidaksuburan bisa diakibatkan adanya gangguan di saluran reproduksi pria ataupun wanita. Gangguan di pihak suami bisa berupa gangguan sperma, gangguan ejakulasi, atau impotensi. Oleh karena itu, pria juga perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab gagal hamil dan bagaimana mengatasinya. Lalu, kapan mutu sperma suami perlu diperiksa?
1. Jika istri tidak hamil setahun setelah menikah meski sudah melakukan hubungan seksual secara teratur (2-3 kali seminggu tanpa KB).
2. Jika saat menikah istri berusia 35 tahun, tapi belum juga hamil enam bulan setelah menikah meski melakukan hubungan seksual secara teratur.
3. Jika saat menikah istri berusia 40 tahun, tapi belum juga hamil tiga bulan setelah menikah meski melakukan hubungan seksual secara teratur.
4. Jika ketiga hal tadi menimpa, ada baiknya segera menemui dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Yang paling mudah, memeriksa suami dengan analisis sperma. Namun, yang ideal adalah melakukan pemeriksaan pada kedua pihak, baik istri maupun suami. Analisis sperma pun tak boleh dilakukan sembarangan karena hasilnya bisa bias. Yang paling tepat adalah melakukan analisis sperma ke klinik kesuburan.
Berisikan artikel seks yang mendidik. Untuk share masalah, ide, teknik, dan sharing bersama. Ini bukan pornografi web tetapi untuk kepentingan bersama bagi yang ingin mendapatkan informasi seputar seks. Jika ingin berbagi silakan bisa menghubungi wudoblejet@YMAIL.com
Thursday, August 27, 2009
Agar Seks Makin Luar Biasa
Ada banyak cara menjadikan kehidupan seks Anda luar biasa. Hal-hal "kecil" yang pernah Anda lakukan atau terkesan biasa, bisa jadi jurus ampuh untuk memuaskan pasangan. Bumbu penyedap seperti tampil agresif campur sentuhan mesra dan aroma tubuh yang wangi, akan membuat pasangan bergelora, meski ritual resminya belum digelar.
Lebih agresif
Dalam bercinta, sikap agresif sangat dibutuhkan. Apalagi jika itu dilakukan oleh pihak perempuan. Meski belum ada penelitian resmi, rata-rata pria dinilai lebih mampu menyatakan hasratnya terlebih dulu.
Karena itu, ritual bercinta akan lebih menarik dan memuaskan jika perempuan lebih berani mengambil inisiatif. Pastikan Anda memiliki keberanian mengajak pasangan menikmati indahnya pergumulan dengan melancarkan aksi-aksi menggoda penuh keintiman.
Beberapa aksi menggoda yang dapat Anda lancarkan, misalnya mencium pasangan sebelum berangkat ke kantor, mengajaknya makan siang, meneleponnya tengah hari, atau memberikan senyuman maupun bisikan nakal. Hal-hal kecil ini, menurut para ahli, dapat membangkitkan gairah si dia.
Memberi sentuhan
Jangan meremehkan sentuhan. Gemulainya jari lentik serta kelembutannya ternyata mampu memberikan efek mematikan. Apalagi jika pasangan Anda pernah berkata, "Satu-satunya kesempatan kamu menyentuhku ialah saat kamu bercinta denganku." Itu menunjukkan Anda tak pernah memberikan sentuhan mesra selain saat berhubungan intim dengannya.
Percayalah, sentuhan yang tidak berhubungan dengan kegiatan seksual dapat lebih menarik dan menggairahkan. Untuk Anda yang ingin melakukannya, ada beberapa jenis sentuhan nonseksual seperti sentuhan di bahu, leher, pipi, atau kaki saat Anda menonton film, meletakkan tangan di pangkuannya saat dia menyetir, atau berpegangan tangan.
Tampil menarik
Sekitar seratus orang disurvei untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara paling mudah untuk menikmati seks. Hampir 99 persen menjawab, mereka menginginkan pasangannya berpenampilan menarik atau enak dipandang, walau berpakaian sederhana.
Meskipun Anda mencintai pasangan setulus hati dengan kelebihan dan kekurangannya, lebih baik bila si dia selalu menjaga penampilan. Selain untuk aktivitas harian di luar rumah, saat di rumah tetap dibutuhkan kesadaran untuk tampil menarik. Apalagi jika Anda berdua sepakat menikmati waktu dengan "bermain".
Tubuh yang segar dan wangi
Tubuh yang segar dan wangi ternyata jadi trik jitu untuk membuat pasangan selalu bergairah. Pasalnya, senantiasa segar dan wangi membuat seseorang terlihat seksi. Saat pasangan Anda wangi, tentu Anda ingin selalu berada di dekatnya.
Saat Anda dekat dengannya, tubuh memancarkan gairah seks dan dibakar api asmara. Apalagi dibumbui sentuhan maupun bisikan mesra. Yang harus diingat, meski penting, bukan berarti Anda harus memakai wewangian secara berlebihan. Gunakan parfum secukupnya, dijamin akan membangklkan hasrat si dia untuk siap ke peraduan.
Komunikasi mesra
Bagaimana dunia ini jadinya tanpa kata-kata, dialog, apalagi komunikasi. Pasti terasa membosankan. Itu juga yang terjadi bila hubungan seks dilakukan tanpa komunikasi. Saat Anda membagi keintiman dengan pasangan, Anda tentu ingin menikmati pengalaman seks tak terlupakan melalui erangan, rintihan, maupun ucapan menggoda yang meluncur dari bibirnya. Jadi pastikan Anda mengekpresikan keinginan, hasrat, serta kenikmatan seks dengan jalinan komunikasi.
Kedekatan emosi
Sungguh menyenangkan rasanya jika setiap pasangan merasa saling membutuhkan dan rela meluruhkan egonya untuk berbagai aktivitas menyangkut kehangatan dan kehidupan seks. Di antaranya, jika pasangan Anda ingin melakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat, ikutilah keinginannya itu.
Semakin banyak waktu yang Anda luangkan bersamanya, semakin besar kesempatan Anda menikmati ajang persetubuhan, saling menyentuh, dan menjalin komunikasi yang baik.
Waktu yang tepat
Layaknya sebuah pertempuran, selain strategi, juga dibutuhkan pengaturan waktu yang tepat saat bercinta. Apalagi jika Anda tak memiliki banyak waktu, Anda harus membuat jadwal pasti kapan Anda dan pasangan akan beradu. Meski demikian, usahakan jangan selalu terpatok jadwal. Anda berdua juga tetap dapat melancarkan serangan mendadak di luar jadwal yang telah disepakati.
Spontanitas yang menggoda
Segala sesuatu yang spontan terasa lebih nikmat dan berkesan. Serangan secara spontan juga merupakan kunci utama keberhasilan dalam berhubungan seks. Anda jangan menunggu pasangan meminta stimulus seks terlebih dahulu. Lancarkan aksi bercinta dengan cepat dan tepat mengenai titik sensitifnya. Dijamin aksi ini tidak hanya membuat pasangan puas, tetapi juga terlena dengan romantisme yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Jaga kondisi
Semua orang setuju, tubuh bugar dan sehat menjanjikan aktivitas seksual yang tiada tara. Namun, seks juga mencakup "kesegaran" mental dan pikiran. Artinya, dalam seks tak hanya dibutuhkan tubuh yang kuat, tetapi juga jiwa yang sehat.
Untuk itu, Anda harus menjaga tubuh senantiasa berenergi dan bergairah dengan rajin berolahraga dan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi. Jika perlu, manjakan diri dengan pijat atau spa bersama pasangan. Pasti akan luar biasa hasilnya.
Fokuskan pikiran
Susah memang membuat segalanya lebih fokus termasuk untuk urusan seks? Cobalah sejenak lupakan anak-anak, pekerjaan, atau apa pun yang akan Anda lakukan.
Berusahalah rileks dan istirahatkan pikiran Anda. Beri tubuh Anda kesempatan dengan bercinta bersama pasangan. Fokus terhadap seks dapat mengistirahatkan tubuh, sekaligus membuat Anda lebih segar, dan lebih mudah melakukannya di lain kesempatan. Penasaran?
GHS/Lalang Ken Handita (dari berbagai sumber)
Lebih agresif
Dalam bercinta, sikap agresif sangat dibutuhkan. Apalagi jika itu dilakukan oleh pihak perempuan. Meski belum ada penelitian resmi, rata-rata pria dinilai lebih mampu menyatakan hasratnya terlebih dulu.
Karena itu, ritual bercinta akan lebih menarik dan memuaskan jika perempuan lebih berani mengambil inisiatif. Pastikan Anda memiliki keberanian mengajak pasangan menikmati indahnya pergumulan dengan melancarkan aksi-aksi menggoda penuh keintiman.
Beberapa aksi menggoda yang dapat Anda lancarkan, misalnya mencium pasangan sebelum berangkat ke kantor, mengajaknya makan siang, meneleponnya tengah hari, atau memberikan senyuman maupun bisikan nakal. Hal-hal kecil ini, menurut para ahli, dapat membangkitkan gairah si dia.
Memberi sentuhan
Jangan meremehkan sentuhan. Gemulainya jari lentik serta kelembutannya ternyata mampu memberikan efek mematikan. Apalagi jika pasangan Anda pernah berkata, "Satu-satunya kesempatan kamu menyentuhku ialah saat kamu bercinta denganku." Itu menunjukkan Anda tak pernah memberikan sentuhan mesra selain saat berhubungan intim dengannya.
Percayalah, sentuhan yang tidak berhubungan dengan kegiatan seksual dapat lebih menarik dan menggairahkan. Untuk Anda yang ingin melakukannya, ada beberapa jenis sentuhan nonseksual seperti sentuhan di bahu, leher, pipi, atau kaki saat Anda menonton film, meletakkan tangan di pangkuannya saat dia menyetir, atau berpegangan tangan.
Tampil menarik
Sekitar seratus orang disurvei untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara paling mudah untuk menikmati seks. Hampir 99 persen menjawab, mereka menginginkan pasangannya berpenampilan menarik atau enak dipandang, walau berpakaian sederhana.
Meskipun Anda mencintai pasangan setulus hati dengan kelebihan dan kekurangannya, lebih baik bila si dia selalu menjaga penampilan. Selain untuk aktivitas harian di luar rumah, saat di rumah tetap dibutuhkan kesadaran untuk tampil menarik. Apalagi jika Anda berdua sepakat menikmati waktu dengan "bermain".
Tubuh yang segar dan wangi
Tubuh yang segar dan wangi ternyata jadi trik jitu untuk membuat pasangan selalu bergairah. Pasalnya, senantiasa segar dan wangi membuat seseorang terlihat seksi. Saat pasangan Anda wangi, tentu Anda ingin selalu berada di dekatnya.
Saat Anda dekat dengannya, tubuh memancarkan gairah seks dan dibakar api asmara. Apalagi dibumbui sentuhan maupun bisikan mesra. Yang harus diingat, meski penting, bukan berarti Anda harus memakai wewangian secara berlebihan. Gunakan parfum secukupnya, dijamin akan membangklkan hasrat si dia untuk siap ke peraduan.
Komunikasi mesra
Bagaimana dunia ini jadinya tanpa kata-kata, dialog, apalagi komunikasi. Pasti terasa membosankan. Itu juga yang terjadi bila hubungan seks dilakukan tanpa komunikasi. Saat Anda membagi keintiman dengan pasangan, Anda tentu ingin menikmati pengalaman seks tak terlupakan melalui erangan, rintihan, maupun ucapan menggoda yang meluncur dari bibirnya. Jadi pastikan Anda mengekpresikan keinginan, hasrat, serta kenikmatan seks dengan jalinan komunikasi.
Kedekatan emosi
Sungguh menyenangkan rasanya jika setiap pasangan merasa saling membutuhkan dan rela meluruhkan egonya untuk berbagai aktivitas menyangkut kehangatan dan kehidupan seks. Di antaranya, jika pasangan Anda ingin melakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat, ikutilah keinginannya itu.
Semakin banyak waktu yang Anda luangkan bersamanya, semakin besar kesempatan Anda menikmati ajang persetubuhan, saling menyentuh, dan menjalin komunikasi yang baik.
Waktu yang tepat
Layaknya sebuah pertempuran, selain strategi, juga dibutuhkan pengaturan waktu yang tepat saat bercinta. Apalagi jika Anda tak memiliki banyak waktu, Anda harus membuat jadwal pasti kapan Anda dan pasangan akan beradu. Meski demikian, usahakan jangan selalu terpatok jadwal. Anda berdua juga tetap dapat melancarkan serangan mendadak di luar jadwal yang telah disepakati.
Spontanitas yang menggoda
Segala sesuatu yang spontan terasa lebih nikmat dan berkesan. Serangan secara spontan juga merupakan kunci utama keberhasilan dalam berhubungan seks. Anda jangan menunggu pasangan meminta stimulus seks terlebih dahulu. Lancarkan aksi bercinta dengan cepat dan tepat mengenai titik sensitifnya. Dijamin aksi ini tidak hanya membuat pasangan puas, tetapi juga terlena dengan romantisme yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Jaga kondisi
Semua orang setuju, tubuh bugar dan sehat menjanjikan aktivitas seksual yang tiada tara. Namun, seks juga mencakup "kesegaran" mental dan pikiran. Artinya, dalam seks tak hanya dibutuhkan tubuh yang kuat, tetapi juga jiwa yang sehat.
Untuk itu, Anda harus menjaga tubuh senantiasa berenergi dan bergairah dengan rajin berolahraga dan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi. Jika perlu, manjakan diri dengan pijat atau spa bersama pasangan. Pasti akan luar biasa hasilnya.
Fokuskan pikiran
Susah memang membuat segalanya lebih fokus termasuk untuk urusan seks? Cobalah sejenak lupakan anak-anak, pekerjaan, atau apa pun yang akan Anda lakukan.
Berusahalah rileks dan istirahatkan pikiran Anda. Beri tubuh Anda kesempatan dengan bercinta bersama pasangan. Fokus terhadap seks dapat mengistirahatkan tubuh, sekaligus membuat Anda lebih segar, dan lebih mudah melakukannya di lain kesempatan. Penasaran?
GHS/Lalang Ken Handita (dari berbagai sumber)
Mengapa Miss V Sering Basah?
Umur saya 30 tahun dan sudah menikah. Saya ingin bertanya, mengapa vagina saya sering mengeluarkan cairan bening sehingga membuat celana dalam sering basah. Namun, saya tidak mengalami keputihan.
Untuk menghindari lembab, saya terpaksa memakai pantyliner setiap hari. Namun, masih saja daerah di sekitar vagina terasa lembab. Hal ini menimbulkan warna kehitaman di area lembab tadi.
Nah, yang ingin saya tanyakan, kira-kira apa yang menyebabkan vagina saya sering basah? Akibat basah dan lembab tadi, saya mulai merasa gatal di area vagina. Lalu, bagaimana cara memutihkan daerah sekitar vagina yang sudah terlanjur hitam? Benarkah ada krim yang bisa mengembalikan warna vagina seperti semula? Di mana saya bisa mendapatkan obat tersebut? Terima kasih.
Maya, Jakarta.
Memang vagina biasanya akan lebih basah pada pertengahan siklus haid (sewaktu masa subur), menjelang haid, dan sesudah haid. Namun, bila vagina selalu basah (keluar cairan) setiap hari, ini perlu dicari penyebabnya.
Bisa saja penyebabnya adalah masuknya benda asing ke dalam vagina, misalnya rambut kemaluan, adanya benang IUD (spiral), atau bahkan infeksi.
Infeksi pun bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur. Biasanya infeksi ini akan menimbulkan gejala, seperti keputihan, keluar cairan berwarna kuning dan kehijauan, gatal, serta berbau.
Namun, infeksi ringan yang disebabkan oleh bakteri tertentu bisa saja gejalanya juga ringan, seperti keluar cairan bening, tapi terasa gatal. Kanker mulut rahim juga bisa mengeluarkan cairan, tapi cairan biasanya (maaf) berbau busuk.
Jadi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut kondisi vagina yang sebenarnya. Bahkan, jika perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dari cairan vagina tersebut.
Lalu, untuk memutihkan kulit di sekitar vagina, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Memang ada krim tertentu yang dapat mengurangi warna kehitaman ini.
Untuk pemakaian pantyliner setiap hari sangat tidak anjurkan karena akan menambah lembab dan mengurangi ventilasi udara di daerah vagina. Bahkan, pantyliner yang kurang bersih juga dapat membawa bakteri dan jamur karena pantyliner ini tidak dibuat steril.
Semoga cukup jelas.
Konsultasi dijawab oleh dr Dewi Rumiris, SpOG
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Brawijawa Woman & Children Hospital
Untuk menghindari lembab, saya terpaksa memakai pantyliner setiap hari. Namun, masih saja daerah di sekitar vagina terasa lembab. Hal ini menimbulkan warna kehitaman di area lembab tadi.
Nah, yang ingin saya tanyakan, kira-kira apa yang menyebabkan vagina saya sering basah? Akibat basah dan lembab tadi, saya mulai merasa gatal di area vagina. Lalu, bagaimana cara memutihkan daerah sekitar vagina yang sudah terlanjur hitam? Benarkah ada krim yang bisa mengembalikan warna vagina seperti semula? Di mana saya bisa mendapatkan obat tersebut? Terima kasih.
Maya, Jakarta.
Memang vagina biasanya akan lebih basah pada pertengahan siklus haid (sewaktu masa subur), menjelang haid, dan sesudah haid. Namun, bila vagina selalu basah (keluar cairan) setiap hari, ini perlu dicari penyebabnya.
Bisa saja penyebabnya adalah masuknya benda asing ke dalam vagina, misalnya rambut kemaluan, adanya benang IUD (spiral), atau bahkan infeksi.
Infeksi pun bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur. Biasanya infeksi ini akan menimbulkan gejala, seperti keputihan, keluar cairan berwarna kuning dan kehijauan, gatal, serta berbau.
Namun, infeksi ringan yang disebabkan oleh bakteri tertentu bisa saja gejalanya juga ringan, seperti keluar cairan bening, tapi terasa gatal. Kanker mulut rahim juga bisa mengeluarkan cairan, tapi cairan biasanya (maaf) berbau busuk.
Jadi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut kondisi vagina yang sebenarnya. Bahkan, jika perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dari cairan vagina tersebut.
Lalu, untuk memutihkan kulit di sekitar vagina, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Memang ada krim tertentu yang dapat mengurangi warna kehitaman ini.
Untuk pemakaian pantyliner setiap hari sangat tidak anjurkan karena akan menambah lembab dan mengurangi ventilasi udara di daerah vagina. Bahkan, pantyliner yang kurang bersih juga dapat membawa bakteri dan jamur karena pantyliner ini tidak dibuat steril.
Semoga cukup jelas.
Konsultasi dijawab oleh dr Dewi Rumiris, SpOG
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Brawijawa Woman & Children Hospital
Ternyata, Seks Tanpa Kondom Lebih Sehat
Berhubungan seks tanpa kondom ternyata lebih baik untuk kesehatan dibandingkan berhubungan seks dengan menggunakan kondom.
Seorang psikolog dari Universitas West of Skotlandia Stuart Brody mengatakan, berhubungan seks tanpa kondom dapat meningkatkan kesehatan mental laki-laki dan perempuan. “Sebaliknya, melakukan seks dengan kondom dapat membuat tekanan dan depresi."
Pernyataan ini seolah membantah anggapan, bahwa berhubungan seks tanpa kondom dapat berbahaya bagi kesehatan karena dikhawatirkan penularan penyakit serta terjadi kehamilan.
Professor Brody mengatakan bahwa tubuh manusia sudah secara alami diprogram untuk mendapatkan perlindungan dalam melakukan hubungan seksual. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan melakukan kajian terhadap 99 perempuan dan 11 laki-laki di Portugal.
“Mereka diminta untuk mengisi kuesioner dengan pertanyaan tentang kenikmatan yang mereka dapatkan dari hubungan seksual menggunakan kontrasepsi,” tuturnya.
Dari penelitian ini, Brody menjelaskan pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi tekanan psikologis dan tingkat stressnya lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi yaitu kondom.
Sementara itu, peneliti dari Marie Stope International, Tony Kerridge menuturkan kesehatan reproduksi dan seksual dapat diuji setelah pasangan melakukan hubungan seksual, tidak menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kehamilan.
Seorang psikolog dari Universitas West of Skotlandia Stuart Brody mengatakan, berhubungan seks tanpa kondom dapat meningkatkan kesehatan mental laki-laki dan perempuan. “Sebaliknya, melakukan seks dengan kondom dapat membuat tekanan dan depresi."
Pernyataan ini seolah membantah anggapan, bahwa berhubungan seks tanpa kondom dapat berbahaya bagi kesehatan karena dikhawatirkan penularan penyakit serta terjadi kehamilan.
Professor Brody mengatakan bahwa tubuh manusia sudah secara alami diprogram untuk mendapatkan perlindungan dalam melakukan hubungan seksual. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan melakukan kajian terhadap 99 perempuan dan 11 laki-laki di Portugal.
“Mereka diminta untuk mengisi kuesioner dengan pertanyaan tentang kenikmatan yang mereka dapatkan dari hubungan seksual menggunakan kontrasepsi,” tuturnya.
Dari penelitian ini, Brody menjelaskan pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi tekanan psikologis dan tingkat stressnya lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi yaitu kondom.
Sementara itu, peneliti dari Marie Stope International, Tony Kerridge menuturkan kesehatan reproduksi dan seksual dapat diuji setelah pasangan melakukan hubungan seksual, tidak menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kehamilan.
Friday, August 7, 2009
Oral Seks Undang Penyakit
Melonjaknya kasus kanker oropharyngeal dalam dua dekade terakhir ini ternyata dipengaruhi oleh perubahan perilaku seksual masyarakat di sana, khususnya perilaku seks oral.
Komentar tersebut muncul dalam konferensi yang diadakan oleh American Association for Cancer Research yang membahas tentang penularan virus human papilloma virus (HPV) dalam kasus kanker leher dan kepala. Infeksi virus tersebut menyebabkan jumlah kejadian kanker oropharyngeal, yang meliputi tumor di tenggorokan, tonsil, dan permukaan lidah, naik drastis.
Padahal, studi mengenai tumor jaringan oropharyngeal pada 20 tahun lalu hanya menunjukkan infeksi HPV sebesar 20 persen. "Ini adalah tren yang nyata karena itu fakta bahwa angka kejadian kanker orophrayngeal meningkat seharusnya menjadi concern," kata Scott Lippman, MD dari University of Texas MD Anderson Cancer Center.
Bila dulu merokok dan alkohol dituding sebagai biang utama penyebab kanker mulut, kini penyebab terbanyak beralih pada infeksi HPV. American Cancer Society menyatakan bahwa berdasarkan diagnosis, lebih dari separuh kasus kanker oropharyngeal disebabkan virus HPV.
"Perubahan perilaku seksual dalam 20 tahun terakhir, khususnya oral seks, ikut meningkatkan kejadian kanker," kata Chief Medical Officer ACS Otis Brawley. Bukti juga menunjukkan, infeksi HPV secara oral juga meningkatkan faktor risiko kanker esophagus (kerongkongan), lanjut Brawley.
Berdasarkan hal tersebut, menurut Lippman, kini sasaran dokter untuk menyebarkan informasi tentang kanker oropharyngeal bukanlah orangtua dan perokok, melainkan orang muda, karyawan, juga para remaja yang belum memahami seks yang sehat. Para ahli juga sepakat bahwa oral seks bukanlah seks yang aman.
Komentar tersebut muncul dalam konferensi yang diadakan oleh American Association for Cancer Research yang membahas tentang penularan virus human papilloma virus (HPV) dalam kasus kanker leher dan kepala. Infeksi virus tersebut menyebabkan jumlah kejadian kanker oropharyngeal, yang meliputi tumor di tenggorokan, tonsil, dan permukaan lidah, naik drastis.
Padahal, studi mengenai tumor jaringan oropharyngeal pada 20 tahun lalu hanya menunjukkan infeksi HPV sebesar 20 persen. "Ini adalah tren yang nyata karena itu fakta bahwa angka kejadian kanker orophrayngeal meningkat seharusnya menjadi concern," kata Scott Lippman, MD dari University of Texas MD Anderson Cancer Center.
Bila dulu merokok dan alkohol dituding sebagai biang utama penyebab kanker mulut, kini penyebab terbanyak beralih pada infeksi HPV. American Cancer Society menyatakan bahwa berdasarkan diagnosis, lebih dari separuh kasus kanker oropharyngeal disebabkan virus HPV.
"Perubahan perilaku seksual dalam 20 tahun terakhir, khususnya oral seks, ikut meningkatkan kejadian kanker," kata Chief Medical Officer ACS Otis Brawley. Bukti juga menunjukkan, infeksi HPV secara oral juga meningkatkan faktor risiko kanker esophagus (kerongkongan), lanjut Brawley.
Berdasarkan hal tersebut, menurut Lippman, kini sasaran dokter untuk menyebarkan informasi tentang kanker oropharyngeal bukanlah orangtua dan perokok, melainkan orang muda, karyawan, juga para remaja yang belum memahami seks yang sehat. Para ahli juga sepakat bahwa oral seks bukanlah seks yang aman.
Usia Bertambah, "Junior" Ikut Berubah
Secara alamiah, makin bertambah umur, kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon pun berkurang. Dampak dari proses penuaan ini bukan hanya terlihat dari penampilan kulit tapi juga organ-organ tubuh, termasuk alat vital. Apa saja penuaan yang mungkin terjadi pada si "junior?"
Bukan rahasia lagi bahwa fungsi organ seksual pria makin lama terus menurun seiring dengan usia. Penurunan kadar testoteron (hormon pria) pada pria usia lanjut dapat menyebabkan andropause yang berakibat pada pelbagai perubahan. Sebut saja, mudah letih, lesu, rambut rontok, libido menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah.
Di luar hal itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penis juga mengalami perubahan signifikan seiring usia. Apa saja perubahan yang dialami oleh penis?
Rupa dan penampilan
Ada dua perubahan utama yang secara kasat mata bisa dilihat dari alat vital pria. Pertama adalah kepala penis yang secara bertahap mengalami perubahan warna akibat berkurangnya sirkulasi darah ke area ini. Selain itu, rambut di kemaluan juga akan semakin menipis.
"Berkurangnya kadar testoteron bisa membuat penis lama-lama kembali ke masa sebelum pubertas, misalnya berkurangnya rambut di area ini," kata Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine dari Alvarado Hospital, AS, dan editor in chief jurnal ilmiah The Journal of Sexual Medicine.
Ukuran
Bertambahnya usia pria biasanya diikuti dengan penambahan berat badan. Penumpukan lemak di bagian bawah perut membuat ukuran penis terlihat mengecil. Meski penyusutan ini tidak dramatis, tapi tetap terlihat. "Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, mungkin di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci," kata Goldstein.
Apa yang membuat penis menyusut? Menurut para ahli ada dua penyebab. Pertama adalah penumpulan deposit lemak yang menyebabkan plak di arteri kecil di penis. Plak ini akan menyebabkan aliran darah ke penis terhambat. Penumpukan plak (ateroklerosis) yang terjadi pada jantung akan menyebabkan serangan jantung.
Penyebab kedua, menurut Goldstein, adalah berkurangnya elastisitas karena menurunnya lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Ereksi terjadi bila bilik ini terisi darah. Nah, penutupan arteri di bagian penis membuat bilik ini makin tidak elastis yang berakibat pada berkurangnya kadar kekerasan saat ereksi.
Bila penis berubah, demikian pula dengan testis. "Sekitar usia 40 tahun, testis ikut menyusut," kata Goldstein. Ukuran testis pada pria berusia 30-an memiliki diameter sekitar 3 cm, namun saat pria berusia 60 tahun, ukurannya tinggal 2 cm.
Bengkok
Pembesaran penis yang dilakukan sembarangan tanpa kontrol tenaga medis bisa menyebabkan jaringan parut di sekitar penis menjadi tidak rata. Hal ini akan menyebabkan penis bengkok atau disebut dengan peyronie. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit saat ereksi dan menyulitkan hubungan seksual. Untuk membetulkan kondisi penis, biasanya diperlukan tindakan operasi.
Kurang sensitif
Berbagai penelitian menunjukkan makin tua usia, "alat tempur" pria pun makin kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, junior jadi sulit dibangunkan dan sulit mencapai orgasme.
Penelitian yang dilakukan di Minnesota, AS, terhadap 2.213 pria menunjukkan penurunan yang tajam terhadap kemampuan ereksi pria, berkurangnya libido dan kemampuan ejakulasi pada pria paruh baya. Namun, kepuasan seksual hanya berkurang sedikit.
Untungnya perubahan-perubahan pada organ vital ini terjadi perlahan-lahan dan mulainya sangat bervariasi. Ada yang mulai di usia 40-an, 50-an, 60-an, bahkan setelah 65 tahun. Agar penurunan fungsi organ vital ini tidak terlalu tajam, kuncinya hanya satu: hidup sehat.
Bukan rahasia lagi bahwa fungsi organ seksual pria makin lama terus menurun seiring dengan usia. Penurunan kadar testoteron (hormon pria) pada pria usia lanjut dapat menyebabkan andropause yang berakibat pada pelbagai perubahan. Sebut saja, mudah letih, lesu, rambut rontok, libido menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah.
Di luar hal itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penis juga mengalami perubahan signifikan seiring usia. Apa saja perubahan yang dialami oleh penis?
Rupa dan penampilan
Ada dua perubahan utama yang secara kasat mata bisa dilihat dari alat vital pria. Pertama adalah kepala penis yang secara bertahap mengalami perubahan warna akibat berkurangnya sirkulasi darah ke area ini. Selain itu, rambut di kemaluan juga akan semakin menipis.
"Berkurangnya kadar testoteron bisa membuat penis lama-lama kembali ke masa sebelum pubertas, misalnya berkurangnya rambut di area ini," kata Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine dari Alvarado Hospital, AS, dan editor in chief jurnal ilmiah The Journal of Sexual Medicine.
Ukuran
Bertambahnya usia pria biasanya diikuti dengan penambahan berat badan. Penumpukan lemak di bagian bawah perut membuat ukuran penis terlihat mengecil. Meski penyusutan ini tidak dramatis, tapi tetap terlihat. "Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, mungkin di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci," kata Goldstein.
Apa yang membuat penis menyusut? Menurut para ahli ada dua penyebab. Pertama adalah penumpulan deposit lemak yang menyebabkan plak di arteri kecil di penis. Plak ini akan menyebabkan aliran darah ke penis terhambat. Penumpukan plak (ateroklerosis) yang terjadi pada jantung akan menyebabkan serangan jantung.
Penyebab kedua, menurut Goldstein, adalah berkurangnya elastisitas karena menurunnya lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Ereksi terjadi bila bilik ini terisi darah. Nah, penutupan arteri di bagian penis membuat bilik ini makin tidak elastis yang berakibat pada berkurangnya kadar kekerasan saat ereksi.
Bila penis berubah, demikian pula dengan testis. "Sekitar usia 40 tahun, testis ikut menyusut," kata Goldstein. Ukuran testis pada pria berusia 30-an memiliki diameter sekitar 3 cm, namun saat pria berusia 60 tahun, ukurannya tinggal 2 cm.
Bengkok
Pembesaran penis yang dilakukan sembarangan tanpa kontrol tenaga medis bisa menyebabkan jaringan parut di sekitar penis menjadi tidak rata. Hal ini akan menyebabkan penis bengkok atau disebut dengan peyronie. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit saat ereksi dan menyulitkan hubungan seksual. Untuk membetulkan kondisi penis, biasanya diperlukan tindakan operasi.
Kurang sensitif
Berbagai penelitian menunjukkan makin tua usia, "alat tempur" pria pun makin kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, junior jadi sulit dibangunkan dan sulit mencapai orgasme.
Penelitian yang dilakukan di Minnesota, AS, terhadap 2.213 pria menunjukkan penurunan yang tajam terhadap kemampuan ereksi pria, berkurangnya libido dan kemampuan ejakulasi pada pria paruh baya. Namun, kepuasan seksual hanya berkurang sedikit.
Untungnya perubahan-perubahan pada organ vital ini terjadi perlahan-lahan dan mulainya sangat bervariasi. Ada yang mulai di usia 40-an, 50-an, 60-an, bahkan setelah 65 tahun. Agar penurunan fungsi organ vital ini tidak terlalu tajam, kuncinya hanya satu: hidup sehat.
Mau Anak Putih? ML-nya Setelah Jam 05.00 Subuh!
TEKNIK bertahan dalam persetubuhan menjadi hal yang sangat penting dan mendapat tempat khusus dalam Assikalaibineng. Dan sekali lagi, pihak suami menjadi faktor kunci.
Kitab peretubuhan Bugis Assikalaibineng ini tahu betul bahwa pihak suami senantiasa lebih cepat menyelesaikan hubungan ketimbang perempuan. Menenangkan diri, sabar, konsentrasi, dan memulai dengan kalimat taksim amat disarankan sebelum foreplay.
Manuskrip Assikalaibineng amat mementingkan kualitas hubungan badan ketimbang frequensi atau multiorgasme. Assikalaibineng adalah ilmu menahan nafsu, melatih jiwa untuk tetap konsentrasi dan tak dikalahkan oleh hawa nafsu.
Namun pada intinya, Assikalaibineng bukanlah lelaku atau taswawwuf untuk berhubungan badan, lebih dari itu Assikalaibnineng adalah tahapan awal untuk membuat anak yang cerdas, beriman, memiliki fisik yang sehat. Inti dari ajaran ini adalah bagaimana membuat generasi pelanjut yang sesuai tuntutan agama. (h.151)
Banyak teori seksualitas mengungkapkan bahwa potensi enjakulasi sebagai puncak kenikmatan seksual bagi laki-laki lebih tinggi ketimbang perempuan. Perbandingannya delapan kali untuk suami, dan satu kali bagi istri.
Bahkan, dapat saja seorang istri tidak pernah sekalipun merasakan orgasme seteles sekian kali, bahkan sekian lama hidup berumah tangga. Assikalaibaineng, mengkalim bahwa ini terjadi karena pihak suami sama sekali tak tahu atau bahkan tak mau tahu dengan lelaku seks yang mengedepankan kualitas.
Emonde Boas, seorang dokter asal Amerika bahkan pernah melakukan penelitian, dari 1400 lelaki yang didata mengidap penyakit lemah syahwat, hanya tujuh yang lemah karena sebab-sebab jasmani, yang lainya karena sebab rohani atau psikologis,"
Dia melanjutkan, "kejiwaanlah yang menyebabkan faktor terbesar sekaligus penggerak seseorang melakukan hubungan seks, sedangkan tubuh dan alat reproduksi hanya merupakan alat pemuasan bagi melaksanakan kehidupan kejiwaan seseorang.
Sedangkan teknik mengelola nafas, cara penetrasi, dan menutup hubungan dengan pijitan ke sejumlah titik rangsangan perempuan, dan menemani istri tertidur dalam satu selimut atau sarung merupakan bentuk akhir menjaga kualitas hubungan.
Pengetahuan praktis seperti waktu yang baik dan kurang baik untuk berhubungan badan juga secara rinci diatur dalam kitab ini. "Tidak sepanjang satu malam menjadi masa yang tepat untuk bersetubuh." (hal.166)
Terdapat keterkaitan waktu bersetubuh dengan kualitas anak yang terbuahi, seperti warna kulit anak. Untuk memperoleh anak yang berkulit putih, peretubuhan dilakukan setelah isya. Untuk anak yang berkulit hitam, persetubuhan dilakukan tengah malam (sebelum shalat tahajjud), anak yang warna kulitnya kemerah-memerahan dilakukan antara Isya dan tengah malam.
Sedangkan untuk anak berkulit putih bercahaya, bersetubuhan dilakukan dengan memperkirakan berakhirnya masa terbit fajar di pagi hari. Atau lebih tepatnya dilakukan usai solat subuh, antara pukul 05.15 hingga pukul 06.00 jika itu waktu di Indonesia. Ini sekaligus supaya mempermudah mandi junub.
Secara khusus kitab ini adalah menuntut pihak suami sebagai inisiator dan mengingatkan kepada istri, agar menyesuaikan waktu tidur dengan keinginan melakukan persetubuhan. Sebab ternyata, persoalan waktu amat berdampak secara psikologis maupun biologis, terutama pihak istri.
Sesuaikan waktu tidur
Teks Assikalaibineng secara spesifik menyebutkan adanya kaitan waktu tidur istri dengan ajakan suami bersetubuh. Assikalaibineng A hal.72-73 menyebutkan, "bila suami mengajak istri berhubungan saat menjelang tidur, maka ia merasakan dirinya diperlakukan penuh kasih sayang (ricirinnai) dan dihargai (ripakalebbiri). Akan tetapi jika istri sedang tidur pulas, lantas suami membangunkannya untuk bersetubuh, maka istri akan merasa diperlakukan laiknya budak seks, yang disitilahkan dengan ripatinro jemma'.
Soal bangun membangunkan istri yang tidur pulas, Assikalaibineng juga memberikan cara efektif. Kitab ini sepertinya tahu betul, bahwa jika usai orgasme sang istri biasanya langsung tertidur. Untuk menunjukkan kasih sayang, maka usai berhubungan lelaki bisa mengambil air, lalu mercikkan satu dua tetes ke muka istri.
Setelah istri terbangun, lelaki memberikan pijitan awal di antara kening, mata, menciumim ubun-ubun, memijit bagian panggul lalu bercakap-cakap sejenak. Percakapan ini bagi istri akan selalu diingat. (thamzil thahir)
Kitab peretubuhan Bugis Assikalaibineng ini tahu betul bahwa pihak suami senantiasa lebih cepat menyelesaikan hubungan ketimbang perempuan. Menenangkan diri, sabar, konsentrasi, dan memulai dengan kalimat taksim amat disarankan sebelum foreplay.
Manuskrip Assikalaibineng amat mementingkan kualitas hubungan badan ketimbang frequensi atau multiorgasme. Assikalaibineng adalah ilmu menahan nafsu, melatih jiwa untuk tetap konsentrasi dan tak dikalahkan oleh hawa nafsu.
Namun pada intinya, Assikalaibineng bukanlah lelaku atau taswawwuf untuk berhubungan badan, lebih dari itu Assikalaibnineng adalah tahapan awal untuk membuat anak yang cerdas, beriman, memiliki fisik yang sehat. Inti dari ajaran ini adalah bagaimana membuat generasi pelanjut yang sesuai tuntutan agama. (h.151)
Banyak teori seksualitas mengungkapkan bahwa potensi enjakulasi sebagai puncak kenikmatan seksual bagi laki-laki lebih tinggi ketimbang perempuan. Perbandingannya delapan kali untuk suami, dan satu kali bagi istri.
Bahkan, dapat saja seorang istri tidak pernah sekalipun merasakan orgasme seteles sekian kali, bahkan sekian lama hidup berumah tangga. Assikalaibaineng, mengkalim bahwa ini terjadi karena pihak suami sama sekali tak tahu atau bahkan tak mau tahu dengan lelaku seks yang mengedepankan kualitas.
Emonde Boas, seorang dokter asal Amerika bahkan pernah melakukan penelitian, dari 1400 lelaki yang didata mengidap penyakit lemah syahwat, hanya tujuh yang lemah karena sebab-sebab jasmani, yang lainya karena sebab rohani atau psikologis,"
Dia melanjutkan, "kejiwaanlah yang menyebabkan faktor terbesar sekaligus penggerak seseorang melakukan hubungan seks, sedangkan tubuh dan alat reproduksi hanya merupakan alat pemuasan bagi melaksanakan kehidupan kejiwaan seseorang.
Sedangkan teknik mengelola nafas, cara penetrasi, dan menutup hubungan dengan pijitan ke sejumlah titik rangsangan perempuan, dan menemani istri tertidur dalam satu selimut atau sarung merupakan bentuk akhir menjaga kualitas hubungan.
Pengetahuan praktis seperti waktu yang baik dan kurang baik untuk berhubungan badan juga secara rinci diatur dalam kitab ini. "Tidak sepanjang satu malam menjadi masa yang tepat untuk bersetubuh." (hal.166)
Terdapat keterkaitan waktu bersetubuh dengan kualitas anak yang terbuahi, seperti warna kulit anak. Untuk memperoleh anak yang berkulit putih, peretubuhan dilakukan setelah isya. Untuk anak yang berkulit hitam, persetubuhan dilakukan tengah malam (sebelum shalat tahajjud), anak yang warna kulitnya kemerah-memerahan dilakukan antara Isya dan tengah malam.
Sedangkan untuk anak berkulit putih bercahaya, bersetubuhan dilakukan dengan memperkirakan berakhirnya masa terbit fajar di pagi hari. Atau lebih tepatnya dilakukan usai solat subuh, antara pukul 05.15 hingga pukul 06.00 jika itu waktu di Indonesia. Ini sekaligus supaya mempermudah mandi junub.
Secara khusus kitab ini adalah menuntut pihak suami sebagai inisiator dan mengingatkan kepada istri, agar menyesuaikan waktu tidur dengan keinginan melakukan persetubuhan. Sebab ternyata, persoalan waktu amat berdampak secara psikologis maupun biologis, terutama pihak istri.
Sesuaikan waktu tidur
Teks Assikalaibineng secara spesifik menyebutkan adanya kaitan waktu tidur istri dengan ajakan suami bersetubuh. Assikalaibineng A hal.72-73 menyebutkan, "bila suami mengajak istri berhubungan saat menjelang tidur, maka ia merasakan dirinya diperlakukan penuh kasih sayang (ricirinnai) dan dihargai (ripakalebbiri). Akan tetapi jika istri sedang tidur pulas, lantas suami membangunkannya untuk bersetubuh, maka istri akan merasa diperlakukan laiknya budak seks, yang disitilahkan dengan ripatinro jemma'.
Soal bangun membangunkan istri yang tidur pulas, Assikalaibineng juga memberikan cara efektif. Kitab ini sepertinya tahu betul, bahwa jika usai orgasme sang istri biasanya langsung tertidur. Untuk menunjukkan kasih sayang, maka usai berhubungan lelaki bisa mengambil air, lalu mercikkan satu dua tetes ke muka istri.
Setelah istri terbangun, lelaki memberikan pijitan awal di antara kening, mata, menciumim ubun-ubun, memijit bagian panggul lalu bercakap-cakap sejenak. Percakapan ini bagi istri akan selalu diingat. (thamzil thahir)
Subscribe to:
Posts (Atom)